Jemaah! Umrah Mulai Dibuka 9 Agustus Bagi yang Telah Divaksin Covid-19

Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
26 Juli 2021 18:27 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ratusan perusahaan layanan umrah dan ribuan agen perjalanan umrah tengah memperisapkan diri memberangkatkan jemaah luar negeri yang sudah divaksin mulai 9 Agustus atau bertepatan dengan 1 Muharram.

Dilansir dari Saudi Gazette pada Senin (26/7/2021), para calon peziarah dapat memesan paket umrah dan melakukan semua pembayaran melalui sekitar 30 situs dan platform elektronik yang tersedia untuk reservasi global, menurut Hani Ali Al-Amiri, anggota Komite Nasional Haji dan Umrah.

Seperti yang diatur oleh Pemerintah Arab Saudi, hanya orang yang sudah divaksin lengkap yang dapat mendaftarkan diri untuk visa umrah.

Jemaah juga harus memenuhi standar kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan yang bertujuan untuk keamanan jemaah dari luar negeri.

Amiri mengatakan seluruh layanan paket umrah dapat dipesan secara online dan tersedia pada platform global dan lokal yang telah diberi izin oleh Kementerian Haji dan Umrah melalui sistem B2B (business-to-business) atau B2C (business-to-consumer).

Sementara itu, perusahaan umrah di Saudi menawarkan layanan seperti penginapan, transportasi, dan seluruh paket layanan darat.

Setiap calon jemaah dapat memilih perusahaan layanan umrah dan membeli mulai dari penerbangan, hotel, dan makanan melalui platform digital.

Dia mencatat bahwa beberapa perusahaan dan lembaga umrah yang memenuhi syarat sepenuhnya siap untuk menerima jemaah dengan memenuhi seluruh syarat kesehatan preventif dan manajemen kerumunan untuk staf. Adapun sisanya sedang dalam proses menyelesaikan prosedur yang ditentukan oleh Kementerian Haji dan Umrah dan otoritas terkait lainnya.

Hingga saat ini, Arab Saudi masih membatasi masuknya warga negara asing di tengah pandemi, khususnya yang tiba dari sembilan negara yang masih masuk daftar pembatasan, termasuk Indonesia.

Sumber : Bisnis.com