Ketua DPR Minta Pemerintah Tidak Tutupi Data agar Dibilang Berhasil Tangani Covid-19

Ketua DPR Puan Maharani membacakan pidato saat acara sidang tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2020). - TV Parlemen
22 Juli 2021 17:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani meminta seluruh jajaran pemerintah dari pusat sampai daerah mengungkap data penanganan Covid-19 secara transparan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Kepala daerah harus jujur dan transparan tentang data di daerahnya. Jangan demi citra keberhasilan menangani Covid-19 lalu data sesungguhnya di lapangan tidak dibuka ke publik bahkan tidak dikerjakan dengan benar,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/7/2021).

Politikus PDI-Perjuangan itu mengatakan, pemerintah daerah seharusnya dapat berkontribusi lebih besar dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Pelacakan (tracing), kata Puan, adalah salah satu yang bisa dilakukan.

Memperbanyak cakupan dan jangkauan tes Covid-19, lanjut Puan, seharusnya juga menjadi kesadaran dan kebutuhan bagi seluruh jajaran pemerintah. Tidak hanya untuk memetakan persebaran wabah, testing tersebut menjadi semakin krusial untuk melihat efektivitas penanganan pandemi Covid-19.

“Refocusing anggaran di bidang kesehatan seharusnya bisa makin optimal untuk penanganan persoalan seperti ini,” tegas legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Menurutnya, data yang jujur juga menjadi pondasi agar rakyat mau bersabar mengikuti kebijakan pemerintah. Untuk itu Puan menghimbau agar pemerintah dapat menyajikan data yang kredibel.

“Sebab penanganan pandemi harus berdasarkan sains, ilmu pengetahuan, bukan intuisi. Indikator yang dipakai juga harus sesuai dengan konsensus sains dan medis,” ujarnya.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu juga mendorong pemerintah untuk memenuhi target testing, tracing, dan treatment sebagai satu rangkaian tak terpisah dalam penanganan Covid-19. Sembari mengejar target minimal 70 persen populasi tervaksinasi.

Sumber : JIBI/Bisnis.com