Advertisement
Sudah 13 Jiwa Dokter di Solo Meninggal karena Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO — Virus Corona telah menelan korban jiwa dokter hingga belasan orang di Solo, Jawa Tengah.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo mencatat sebanyak 13 dokter meninggal dunia sejak awal Pandemi virus Corona diumumkan pada pertengahan Maret 2020 lalu hingga saat ini.
Advertisement
Dari jumlah itu, tujuh di antaranya adalah dokter umum dan lima lainnya ialah dokter spesialis, antara lain, spesialis radiologi, jiwa, saraf, obgyn, dan anestesi. Ketua IDI Cabang Solo Adji Suwandono, mengatakan seluruhnya meninggal lantaran tertular virus SARS CoV-2.
“Rata-rata berusia 50 tahun ke atas,” kata dia, kepada wartawan melalui Zoom, Senin (20/7/2021).
Adji mengatakan saat ini masih ada dokter yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 20 orang. Sedangkan, yang dirawat di rumah sakit (RS) ada sembilan orang. “Dokter yang dirawat di RS itu mengalami penurunan saturasi oksigen di bawah 95%, sehingga harus dirawat. Kalau yang menjalani isolasi mandiri, rata-rata tanpa gejala atau bergejala ringan,” jelasnya.
Adji menyebut IDI kesulitan mencari pengganti dokter tersebut, utamanya dokter penyakit dalam yang dibutuhkan sebagai panglima penanganan Covid-19 di RS. “Dokter, terlebih dokter spesialis yang meninggal bukan sekadar statistika, hitung-hitungan. Kami kehilangan tenaga dan ilmu. Mereka enggak bisa langsung digantikan. Kami kehilangan sangat besar. Kompetensi mereka luar biasa,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakan, kehadiran para dokter itu tak bisa digantikan oleh dokter sukarelawan mengingat kompetensi yang berbeda. Pihaknya bakal membahas profil dokter sukarelawan itu dengan IDI pusat.
BACA JUGA: Sembelih Hewan Kurban, Anggota Paspampres Jalani Tes Antigen
“Apakah digantikan oleh sukarelawan dari dokter koas yang hampir selesai, atau dokter residen calon spesialis. Idealnya kalau kami kehilangan dokter spesialis penyakit dalam, penggantinya juga sesama spesialis dalam,” ucapnya.
Direktur RSUD Bung Karno (RSBK) Solo, Wahyu Indianto, mengatakan salah seorang dari dua dokter spesialis penyakit dalam di RS-nya sempat tertular virus Corona dan harus menjalani isolasi mandiri. Dia tertular lantaran sudah kelelahan sehingga daya tahan tubuh menurun. Pelayanan RS sempat timpang dan pihaknya mengajukan bantuan kepada RSUD dr. Moewardi (RSDM) Solo.
“Kami meminta bantuan RSDM, tapi suratnya belum sempat dijawab, dokter kami sudah dinyatakan negatif sehingga bisa kembali bertugas. Kami adalah RS yang ketat menerapkan tata laksana Covid-19. Khususnya di ruang isolasi, tidak ada orang yang belum keluar masuk. Termasuk, di IGD maupun poli. Itu saja, kami masih kecolongan. Tenaga kami tetap ada yang tertular,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
- Timbangan Naik Saat Diet Sehat Ini Penjelasan Dokter
- MBG Tetap Jadi Prioritas, Prabowo: Saya Yakin di Jalan yang Benar
- Bangun Pagi Bisa Lebih Segar Jika Lakukan Ini Dulu
- Kemarau Lebih Panjang Diprediksi Mengancam Pangan Nasional
- Liga Spanyol 2026: Brace Vinicius Bawa Madrid Menangi Derby Panas
- Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Membebani Ginjal
Advertisement
Advertisement








