Kasus Covid-19 Kian Mengganas, Menkes Diminta Ubah Cara Kerja

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) bersiap melakukan pertemuan dengan pimpinan partai dan sekjen partai pengusung Capres Joko Widodo di Jakarta, Kamis (9/8). - ANTARA/Galih Pradipta
19 Juli 2021 09:47 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta Kementerian Kesehatan mengubah cara kerjanya menyusul penularan infeksi Covid-19 yang makin tak terkendali.

Kasus Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum mampu dikendalikan meski sudah diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat pada Pulau Jawa dan Bali.

BACA JUGA : Covid-19 di Jogja Masih Bergejolak, Hari Ini 2.119 Orang Terpapar Virus Corona

Saat ini tercatat kasus baru Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 50.000 setiap harinya. Pada Sabtu, 17 Juli 2021 kemarin, pemerintah mencatat ada penambahan 51.952 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Tanah Air kini berjumlah 2.832.755 kasus.

 “Cara kerja dan sistem kerja Kemenkes harus berubah. Dari cara kerja masa damai menjadi cara kerja Darurat, masa kerja Perang dimana cara kerja, tata laksana dan hasil kerja harus 2-3 kali lebih cepat ketimbang masa normal. Tanpa itu Kemenkes menjadi bagian dari persoalan. Bukan bagian dari Solusi,” tegas Muhaimin dilansir dari laman resmi PKB, Senin (19/7/2021).

Menurut Gus Muhaimin, sudah waktunya pemerintah membuat lompatan kesehatan. Termasuk dalam konteks pengadaan vaksin. Indonesia, kata dia, tidak boleh bergantung kepada satu jenis vaksin.

BACA JUGA : Update Covid-19 di Bantul Minggu, 18 Juli 2021. Ini Datanya

“Satu jenis vaksin tidak cukup, saya ulangi, tidak cukup. Kita perlu memperbanyak ketersediaan vaksin-vaksin yang lebih efektif dan lebih kuat. Maka saya mendrong pemerintah, sebagai tindakan mendesak untuk mempercepat ketersediaan vaksin,” tukas Gus Muhaimin.

Sumber : PKB