Advertisement
Solo Terima Pasokan 14.175 Ton Oksigen dari Singapura
Petugas menurunkan tabung oksigen dari pesawat charter My Indo Airlines Singapura yang tiba di Bandara Adi Sumarmo, Solo Sabtu (17/7/2021). - Ist/AP I Adi Soemarmo.
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO — Bandara Adi Sumarmo Solo menedapatkan kiriman 14.175 ton oksigen dari Singapura untuk Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Sabtu (17/7/2021).
Kiriman oksigen tersebut diangkut dengan pesawat charter kargo PT My Indo Airlines. Pesawat dengan nomer penerbangan B-737-300/400F itu tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, Sabtu.
Advertisement
BACA JUGA : Agen Oksigen Berhenti Memasok Konsumen, Ini Alasannya..
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sumarmo, Yani Hajat, mengatakan saat ini kiriman oksigen dari Singapura tersebut masih berada di Terminal Logistik. Pihak bandara masih menunggu pengambilan ribuan ton oksigen oleh DKK Solo.
Penerimaan barang kargo tersebut juga diperiksa oleh petugas dari imigrasi, bea cukai dan groundhandling.
“Benar kami menerima oksigen yang dimuat di pesawat charter kargo dari Singapura. Beratnya 14.175 ton atau sebanyak 200 tabung oksigen. Alokasinya untuk DKK Solo,” katanya.
Branch Manager Angkasa Pura Logistik Surakarta, Anjar Pramono, mengatakan terkait administrasi kargo oksigen tersebut, masih dalam proses pengurusan kepabeanan di Terminal Cargo.
BACA JUGA : Pabrik Oksigen Diminta Naikkan Kapasitas Produksi & Tidak Main Ambil Untung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jejak John Tobing dan Lagu Darah Juang yang Terus Bergema
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Psikiater Ungkap Cara Mengatasi Kebiasaan Makan Saat Stres
- Daftar Lengkap 16 Besar Tim di Liga Champions 2025-2026
- Pengawasan Pangan Ramadan di Jogja Nihil Temuan Berbahaya
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
- RSUD Wates Tambah Layanan Rawat Inap Pasien Gangguan Jiwa
- Satpol PP Bantul Tertibkan 26 Reklame Ilegal di Tiga Kapanewon
- Orang Tua Perlu Ajarkan Anak Berani Bicara Tanpa Menyakiti
Advertisement
Advertisement








