Pabrik Oksigen Diminta Naikkan Kapasitas Produksi & Tidak Main Ambil Untung

s
17 Juli 2021 21:07 WIB Thomas Mola News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah meminta pabrik oksigen siap menaikan kapasitas produksi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Produsen oksigen juga diminta menghindari penumpukan dan aksi ambil untung di saat pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan oksigen, khususnya bagi pasien Covid-19. Sejumlah pabrik diminta bersiap menambah kapasitas produksi jika sewaktu-waktu sangat dibutuhkan.

Dia mencontohkan Samator, salah satu pabrik oksigen, telah menaikan menaikkan 100 persen dari total kapasitas produksi normalnya yaitu sejumlah 5 ton perhari.

"Samator ini mensuplai sekitar 85 persen dari total kebutuhan oksigen di DIY karena itu memang yang menjadi andalan ya Samator ini. Saya minta siap-siap untuk menaikkan kapasitas kalau memang sangat dibutuhkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/7/2021).

PT Samator diketahui sebagai pemasok 85 persen oksigen di wilayah sekitar DIY. PT Samator juga masih bisa menaikkan kapasitas produksi oksigen lebih dari 5 ton per hari.

Muhadjir meminta Samator dan juga perusahaan penghasil oksigen lainnya agar tidak hanya mengandalkan dari satu pusat produksi. Hal itu bertujuan untuk tetap menjaga konsistensi produksi yang dihasilkan sehingga tidak terjadi kekosongan oksigen.

"Saya mohon nanti PT Samator kalau dari Kendal telat supaya dengan sigap bisa diisi dari yang lain, misalnya dari Surabaya atau yang ada di Jakarta atau di Bekasi. Artinya jangan hanya mengandalkan dari satu pusat produksi saja," tuturnya.

Selain itu, Muhadjir meminta antara perusahaan oksigen juga harus saling menjaga hubungan baik. Semisal, antara PT Samator dengan Air Products atau yang lainnya dapat saling meminjamkan tabung oksigen apabila terjadi kekurangan.

"Untuk kebutuhan oksigen yang sangat mendesak ini mohon agar diatur baik-baik. Saling pengertian karena ini menyangkut hidup mati pasien yang sangat tergantung dengan ketersediaan oksigen," katanya.

Muhadjir menambahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) telah menginstruksikan kepada perusahaan BUMN yang selama ini juga memiliki produksi oksigen untuk keperluan perusahaan agar dapat dialihkan untuk bidang kesehatan khususnya dalam penanganan Covid-19.

"Contohnya, ada pabrik-pabrik yang berada di bawah BUMN yang memproduksi oksigen yang selama ini digunakan untuk kepentingan pabriknya dialihkan untuk kebutuhan kesehatan. Ada yang sampai 40 persen," sebutnya.

Petrokimia Gresik sebagai salah satu perusahaan BUMN, kata Muhadjir, akan mengaktifkan kembali instalasi produksi oksigen yang telah nonaktif sejak tahun 2019. Dengan itu ditaksir Petrokimia Gresik akan mampu memproduksi oksigen hingga 23 ton perhari.

Muhadjir berharap produksi oksigen Petrokimia nantinya bisa memenuhi kebutuhan darurat di RS terutama yang ada di sekitar Jawa Timur, seperti Surabaya dan Gresik.

Yang tak kalah penting, dia menegaskan bahwa gotong-royong dan semangat saling membantu dari masyarakat sangat dibutuhkan. Para pelaku penyedia oksigen mulai dari industri hingga pengecer pun agar tidak memanfaatkan keadaan ketika oksigen sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

"Yang harus kita ingatkan jangan ada yang memanfaatkan, mengambil untung dengan oksigen ini. Apalagi sampai menumpuk, sengaja jual mahal karena dia tahu banyak yang butuh. Justru perlu ada gerakan sedekah oksigen untuk dapat saling membantu terutama mereka yang terkena Covid-19 dan sangat membutuhkan oksigen," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com