Ini Obat & Vitamin Pasien Gejala Covid-19 Ringan hingga Berat Rekomendasi 5 Organisasi Profesi

Multivitamin. - Bloomberg
15 Juli 2021 20:37 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa pasien yang melakukan isolasi di rumah perlu untuk mengetahui obat dan vitamin yang diperlukan sesuai dengan gejalanya.

Terkadang para pasien yang melakukan isolasi mandiri perlu untuk mengetahui vitamin dan obat yang disarankan sesuai gejalanya, termasuk informasi mengenai dosis dan konsumsinya. Pada tanggal 14 Juli 2021, pemerintah mengeluarkan revisi protokol tatalaksana Covid-19 sebagai informasi mengenai tindakan apa saja yang dapat dilakukan, terutama bagi para pasien.

Revisi protokol tatalaksana Covid-19 disusun oleh 5 organisasi profesi yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Berikut beberapa vitamin dan obat yang disarankan oleh pemerintah berdasarkan revisi protokol tatalaksana Covid-19 berdasarkan tingkatan gejala.

Pengobatan untuk pasien Covid-19 gejala ringan

Berikut beberapa vitamin yang dapat dikonsumsi.
-Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
- Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
- Multivitamin yang mengandung vitamin c 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari)
- Dianjurkan vitamin yang komposisi mengandung vitamin C, B, E, zink
-Vitamin D suplemen yakni 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
-Vitamin D obat yakni 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU)
Berikut obat-obatan bagi pasien bergejala ringan.
-Pengobatan simptomatis seperti parasetamol bila demam.
-Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.
-Pengobatan komorbid dan komplikasi yang ada

Pengobatan untuk pasien Covid-19 gejala sedang

Berikut beberapa vitamin yang dapat dikonsumsi.
-Vitamin C 200 – 400 mg/8 jam dalam 100 cc NaCl 0,9% habis dalam 1 jam diberikan secara drip Intravena (IV) selama perawatan
- Vitamin D suplemen yakni 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
- Vitamin D obat, yakni 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU).
Beberapa terapi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
-Antivirus Favipiravir (sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg/12 jam/oral hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke 2-5)
- Atau remdesivir 200 mg IV drip (hari ke-1) dilanjutkan 1x100 mg IV drip (hari ke 2-5 atau hari ke 2-10)
-Terapi Antikoagulan
-Pengobatan simptomatis (Parasetamol dan lain-lain).
-Pengobatan komorbid dan komplikasi yang ada

Pengobatan untuk pasien Covid-19 gejala kritis atau berat

Berikut beberapa vitamin yang dapat dikonsumsi.
-Vitamin C 200 - 400 mg per 8 jam, dalam 100 cc NaCl 0,9% habis dalam 1 jam diberikan secara drip Intravena (IV) selama perawatan
-Vitamin B1 1 ampul/24 jam/intravena
-Vitamin D Suplemen, yakni 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
-Vitamin D Obat, yakni 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU)
Berikut obat-obatan bagi pasien bergejala kritis.
-Antibiotik yang disesuaikan dengan kondisi klinis, fokus infeksi dan faktor risiko. Namun perlu pengawasan dari dokter lebih lanjut
- Antivirus yakni Favipiravir (sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg/12 jam/oral hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke 2-5)
- Atau Antivirus Remdesivir 200 mg IV drip (hari ke-1) dilanjutkan 1x100 mg IV drip (hari ke 2-5 atau hari ke 2-10)
- Deksametason dengan dosis 6 mg/24 jam selama 10 hari atau kortikosteroid lain yang setara seperti metilprednisolon 32 mg, atau hidrokortison 160 mg pada kasus berat yang mendapat terapi oksigen atau kasus berat dengan ventilator.
- Tocilizumab dengan dosis 8 mg/kgBB single dose atau dapat diberikan 1 kali lagi dosis tambahan jika gejala memburuk atau tidak ada perbaikan dengan dosis yang sama. Jarak pemberian antara dosis pertama dan kedua yakni 12 jam, dengan maksimal pemberian 800 mg per dosis.
-Obat pada pengobatan komorbid atau komplikasi yang ada
-Obat suportif yang disesuaikan dengan indikasi
-Terapi Antikoagulan

Perlu bagi Anda untuk tetap berkonsultasi kepada dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan berkonsultasi, Anda juga akan mendapatkan informasi yang lebih baik, terutama berdasarkan kondisi tubuh Anda sendiri. Selain itu, pastikan untuk menjaga perilaku hidup bersih, memakan makanan penuh nutrisi, dan tetap menaati protokol Covid-19 secara disiplin.

Sumber : Bisnis.com