Varian Delta Menggila, Kasus Covid-19 di Afrika Melonjak

Ilustrasi virus varian delta menyebar di udara - JIBI/Bisnis.com/Istimewa
04 Juli 2021 15:17 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Lonjakan kasus infeksi Covid-19 di sejumlah negara Afrika dilaporkan terkait dengan virus Corona varian Delta. Para ahli pun khawatir lonjakan kasus itu membawa konsekuensi bencana ke benua itu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, varian itu dilaporkan di tiga dari lima negara yang melaporkan kasus Covid-19 tertinggi dalam pekan terakhir Juni. Varian ini juga dominan di Afrika Selatan, yang menyumbang lebih dari setengah kasus Covid-19 di Afrika.

Dilansir China Daily, Sabtu (3/7/2021) 16 negara Afrika, termasuk sembilan negara yang kasusnya melonjak, telah melaporkan varian yang sejauh ini paling menular dari semua varian virus Corona tersebut.

Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika, mengatakan varian Delta terdeteksi pada 97 persen sampel yang diurutkan di Uganda dan 79 persen sampel yang diurutkan di Republik Demokratik Kongo.

Jean-Jacques Muyembe, direktur jenderal Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis di DR Kongo, mengatakan varian Delta bertanggung jawab atas 84 persen infeksi Covid-19 di negara itu.

Institut Penelitian Medis Kenya memperingatkan pada hari Kamis bahwa Kenya kemungkinan akan mengalami gelombang keempat infeksi Covid-19 mulai pertengahan Juli, didorong oleh varian Delta yang sudah dominan di bagian barat negara itu.

Dalam sebuah studi yang menyoroti perkiraan Covid-19 dalam enam bulan ke depan, gelombang keempat Covid-19 diperkirakan akan menghantam ibu kota Nairobi dan wilayah pesisir dengan keras.

Peneliti mengatakan varian Delta menggantikan varian Alpha yang dominan pada gelombang ketiga. Mereka memperkirakan 4.300 orang dirawat inap dan 580 kasus kematian dalam enam bulan ke depan.

Selain varian Delta, Afrika juga telah melaporkan varian Alpha dan Beta masing-masing di 32 dan 27 negara. "Kecepatan dan skala gelombang ketiga Afrika tidak seperti yang pernah kita lihat sebelumnya. Penyebaran varian yang lebih menular yang merajalela mendorong ancaman di Afrika ke tingkat yang sama sekali baru," kata Moeti.

Dalam enam minggu terakhir, Afrika telah mencatat peningkatan kasus infeksi Covid-19, naik 25 persen dari minggu ke minggu menjadi hampir 202.000 dalam minggu yang berakhir pada 27 Juni.

Pada saat yang sama, Afrika terus tertinggal dalam angka vaksinasi Covid-19. Sejauh ini, hanya 15 juta orang yang telah divaksinasi penuh, yang berarti 1,2 persen dari 1,2 miliar penduduk benua itu.

Sumber : JIBI/Bisnis.com