Advertisement
Vaksinasi Guru Masih Rendah, Kemdikbudristek Minta Opsi PTM Tetap Ada
Pelajar SMKN 15 Jakarta menaiki Bus Sekolah Gratis seusai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SMKN 15 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menegaskan satuan pendidikan tetap harus meyediakan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas meskipun belum semua pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) divaksinasi Covid-19.
Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan bahwa satuan pendidikan tetap harus menyediakan opsi PTM, begitu pula menyediakan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terutama bagi sekolah yang ada di zona merah agar mematuhi aturan PPKM Mikro.
Advertisement
“Jadi opsi PTM, sekaligus masih ada opsi PJJ. Orang tua yang memutuskan apakah putra putri bisa berangkat PTM terbatas atau tidak. Kemudian, pelaksanaan vaksinasi kepada PTK tetap terus dilaksanakan, pada satuan pendidikan di bawah Kemdikbudristek dan Kemenag,” terang Jumeri, Rabu (23/6/2021).
Sampai saat ini total PTK yang sudah divaksin tahap 1 sekitar 2 juta orang, dengan persentase 35 persen. Sementara itu, yang mendapat vaksinasi kedua sudah 1,2 juta atau 22 persen dari guru, dosen dan PTK.
BACA JUGA
Persiapan lain yang sudah dilakukan adalah mengeluarkan panduan PTM terbatas. Panduan tersebut sudah ada di lampiran SKB 4 menteri.
“Kami berharap semua pihak, terutama orang tua, kepala sekolah, guru, dinas pendidikan dan pihak-pihak terkait bisa membaca dengan seksama panduan PTM terbatas tersebut. Panduan sudah kita rilis dan sosialisasi,” kata Jumeri.
Jumeri juga menyebutkan total sekolah yang sudah PTM, bahkan dari tahun ajaran 2020/2021 dan sampai sekarang yang terdata sudah 35 persen dari seluruh sekolah, baik dari jenjang PAUD sampai SMA dan setara.
Kemudian, dari sisi kesiapan sekolah, dari sisi sarana prasarana, sekolah yang sudah mempersiapkan toilet bersih sudah lebih dari 90 persen, sarana cuci tangan 90 persen, persiapan disinfektan untuk dipakai di lingkungan dan warga sekolah 85 persen, kemudian akses ke faskes dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait sudah 84 persen.
Adapun, penetapan sekolah sebagai area wajib masker dan jaga jarak sudah 80 persen dan sudah memiliki thermogun.
“Ini progress yang sudah dicapai menjelang pelaksanaan PTM. Mudah-mudahan dengan kesiapan ini kita tetap bisa mempertahankan dan menjaga kesehatan anak-anak kita dan menjaga kualitas belajar, kualitas keilmuan mereka agar bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Berdasarkan Instruksi Mendagri nomor 14 Tahun 2021, sekolah yang berada di zona merah diminta untuk membatalkan PTM. Menanggapi hal tersebut, Kemendikbudristek juga meminta sekolah tetap patuh aturan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Jadwal lengkap KRL Jogja Solo Minggu 5 April 2026, tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement







