Tidak Ingin Diperdebatkan, Terawan: Saya Sudah Rasakan Efek Imun Vaksin Nusantara

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak ingin vaksin Nusantara didebat. - Antara
27 Mei 2021 11:57 WIB Yuliana Hema News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Budi Putranto menilai tidak perlu ada perdebatan terkait jenis vaksin virus corona berbasis sel dendritik.

Menurutnya sel dendritik yang dikenal dengan Vaksin Nusantara ini merupakan rintisan dari TNI AD, khususnya RSPAD Gatot Soebroto. Terawan juga mengaku telah disuntik vaksin tersebut.

BACA JUGA : Terawan Klaim Vaksin Nusantara Bisa Lawan Mutasi Virus

Dia juga merupakan inisiator dan relawan Vaksin Nusantara. Terawan menyebutkan jika rasa dari Vaksin Nusantara ini enak setelah dirinya disuntik vaksin tersebut.

“Tidak usah berdebat seolah-olah ini vaksinnya kayak apa, itu tidak penting. Namanya itu sebagai dendritik sel imunoterapi. Yang gampang sebutnya ya Vaksin Nusantara. Ini memang karya yang sudah dirintis TNI AD, khususnya RSPAD Gatot Soebroto,” kata Terawan, mengutip konferensi virtual pada Selasa (25/5/2021), yang diunggah di kanal Youtube Josie Cynthia, Rabu (26/5/2021).

“Kebetulan saya, dan temen-teman, sebagian kita semua yang ada di sini sudah jadi relawan dan bisa merasakan efek imun dari Vaksinasi Nusantara, dan rasanya enak,” ujarnya.

Selain itu, Terawan juga menegaskan dan meminta agar pengembangan Vaksin Nusantara dapat dilanjutkan oleh para ilmuwan yang terkait.

BACA JUGA : Ahli Kesehatan: Vaksin Nusantara Lanjutkan Saja

Dirinya juga menyebutkan jika dilihat dari keamanan dan teknis, penyuntikan vaksin bukanlah hal yang sulit. Menurutnya, teknis penyuntikan vaksin dan pengambilan dan pembuatan sel dendritik mudah dan bisa diajarkan.

“Urusan ini simple sekali, itu urusan inovasi yang gampang kita buat, sangat sederhana dan penyimpanannya tidak butuh inkubator khusus. Kalau secara teknis juga dikemukakan begitu simpelnya teknologi ini, yang penting adalah mempublikasikan menjadi evidence,” ucap Terawan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia