Petik Jeruk di Kebun Magelang, Wisata Edukasi di Tengah Pandemi

Wisatawan memetik jeruk di kebun jeruk di Dusun Gamol Desa Paremono Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. - Harian Jogja/Nina Atmasari
26 Mei 2021 22:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Wisata alam menjadi jenis wisata yang paling tepat dilakukan di masa pandemi Covid-19. Di Magelang, muncul sebuah objek wisata alam yang cocok untuk edukasi di masa pandemi, yakni memetik jeruk di kebun. Seperti apa asyiknya? Berikut hasil liputan wartawan Harian Jogja, Nina Atmasari.

Dua anak kecil berjalan tergopoh melewati pematang sawah, lalu melompat ke bedeng yang penuh tanaman jeruk. Di belakangnya, orang tuanya mengawasi sambil mengarahkan dan melindungi agar anak-anak itu tetap aman. Seorang pengelola kebun jeruk itu memberikan kantong plastik pada anak-anak.

Mereka pun langsung menuju pohon jeruk yang banyak buahnya. Jeruk di kebun itu banyak sekali. Hampir semua pohon berbuah. Satu pohon bisa berbuah puluhan. Buah-buahnya pun pendek, bahkan bisa diraih anak kecil.

"Hati-hati, Dek. Ada banyak durinya. Pilih jeruk yang sudah kuning ya, yang sudah matang," kata sang ibu, Efina Nugraheni mengarahkan anaknya.

Efina sengaja mengajak anaknya berkunjung ke kebun jeruk tersebut untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Saat mendengar ada informasi bahwa kebun jeruk di Dusun Gamol Desa Paremono Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang itu dibuka untuk wisata, ia langsung mengajak anaknya mendatanginya.

"Saya tahu dari Facebook kalau di sini dibuka untuk wisata. Langsung kesini ngajak anak-anak. [Petik jeruk] Ini bagus untuk mengajarkan anak-anak tentang tanaman dan buah. Apalagi buahnya menyehatkan," kata warga Blabak, Kota Mungkid tersebut, saat berkunjung ke kebun jeruk, Rabu (26/5/2021).

Pemandu di kebun jeruk tersebut, Eryani mengungkapkan wisatawan yang datang boleh memakan jeruk sepuasnya di lokasi dan tidak dipungut biaya, baik biaya masuk maupun jeruk yang dimakannya. "Kalau dibawa pulang baru ditimbang, nanti yang dibawa berapa, itu yang dibayar," kata Ning, sapaan akrabnya.

Di kebun milik pamannya itu, ada tiga macam jeruk yang ditanam, yakni jeruk gergah, jeruk siam dan jeruk nipis. Jeruk gergah yang merupakan jenis jeruk konsumsi harganya Rp22.000 per kg, jeruk nipis yang biasa untuk minum maupun bumbu Rp14.000 per kg dan jeruk siam Rp16.000 per kg.

Ide mengembangkan kebun jeruk menjadi objek wisata saat ada kerabatnya yang mengadakan outbond. Kebun jeruk yang seluas 7.200 meter persegi itu memang banyak buahnya. Ketika ditawarkan, kerabatnya tertarik untuk mengajak peserta outbond memetik jeruk langsung dari pohonnya. 

Ning kemudian mempromosikan pada teman-temannya. Ternyata responnya luar biasa. Banyak orang yang setelah mengetahuinya, kemudian datang ke lokasi membawa keluarga maupun teman-temannya. 

Namun, ia menerapkan aturan ketat di lokasi tersebut. Ia hanya menerima rombongan kecil wisatawan, seperti keluarga. "Kalau rombongan besar maaf belum bisa, sebab kami tidak ingin menimbulkan kerumunan. Ini merupakan upaya mencegah penularan Covid-19," katanya.

Selain itu, wisatawan juga harus menerapkan protokol kesehatan yang lain yaitu mencuci tangan dan mengenakan masker. 

Ning mengatakan kebanyakan pengunjung yang datang adalah keluarga. Menurutnya wisata memetik jeruk ini cocok untuk menjadi wisata edukasi bagi anak-anak. "Dengan datang ke sini, anak-anak akan memetik jeruk langsung dari pohonnya. Ini tentu menjadi pengalaman unik bagi mereka," kata Ning.

Selain itu, menurutnya jeruk merupakan buah yang bisa meningkatkan imunitas tubuh. Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, imun tubuh penting untuk menangkal virus yang masuk ke tubuh. "Jadi selain edukasi, wisata di kebun jeruk juga menjadi upaya membantu meningkatkan imunitas keluarga," tambahnya.

Pemilik lahan, Badarudin, mengungkapkan awalnya ia menanam 200 batang jeruk di lahannya pada 2014. Saat itu tujuannya hanya untuk tanaman kebun, karena jeruk merupakan tanaman yang mudah dipelihara. Ia tidak harus memupuk setiap hari tetapi hanya di musim hujan.

"Setelah 2,5 tahun sudah berbuah tapi buahnya belum enak. Baru tahun ini enak," katanya.

Ia pun terus menambah tanamannya, serta mengganti jika ada yang mati. Saat ini, di lahannya itu ada lebih dari 1.100 batang pohon jeruk yang berbuah sepanjang tahun.

Nah, Anda tertarik untuk merasakan pengalaman memetik jeruk di kebunnya langsung? Anda bisa menemukan lokasi kebun jeruk ini cengan cukup mudah. Rutenya, dari jalur Jogja-Magelang, masuk di tikungan Pasar Blabak sejauh tiga km. Kebun jeruk ada di tengah persawahan Dusun Gamol.