Bangunan Rusak Akibat Gempa Blitar, Ini Datanya

Rumah warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, rusak karena getaran gempa bumi yang mengguncang dengan kekuatan Magnitudo 6,7 di Barat Daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021). - Antara\\r\\n
22 Mei 2021 13:47 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat di lapangan pascagempa magnitudo 5,9 di Blitar Jawa Timur pada Jumat (21/5/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur juga mulai mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak yang terdampak gempa.

BACA JUGA : Warganet Bagikan Foto-foto Kerusakan di Blitar Akibat Gempa Bumi

Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Jawa Timur menyalurkan sejumlah bantuan seperti sembako, lauk pauk dan terpal. Bantuan untuk mendukung penanganan Covid-19 juga diberikan, seperti masker kain dan masker medis. 

Berikut ini perincian bantuan yang diberikan TRC BPBD Provinsi Jawa Timur, yaitu sembako 725 paket, masker kain 15.000 buah, masker medis 2.000 buah, lauk Pauk BNPB 40 kardus dan terpal 100 lembar

Berdasarkan data per Sabtu (22/5) pukul 10.00 WIB seperti dikutip dari laman resmi BNPB, gempa M5,9 telah menyebabkan sejumlah rusak dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Perinciannya, korban luka-luka 2 jiwa, dengan rincian luka berat 1 orang dan 1 lainnya luka ringan. Korban luka berat telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan Tirta Husada Wonotiro.

BACA JUGA : Penjelasan BMKG tentang Penyebab Gempa Blitar

Sementara itu, total kerusakan di wilayah Jawa Timur antara lain rumah rusak berat (RB) 4 unit, rusak sedang (RS) 8 dan rusak ringan (RR) 142. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dengan rincian RR 16 unit dan RS sebanyak 1. 

Kerusakan rumah dan fasilitas terjadi di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Perinciannya, Kabupaten Malang, 1 unit rumah RB, 26 unit rumah RR dan 5 unit fasilitas umum RR.

Kemudian, Kabupaten Blitar, 2 unit rumah RB, 6 unit rumah RS, 95 unit rumah RR, 9 unit fasilitas umum RR, 1 unit fasilitas umum RS. Kabupaten Lumajang, 18 unit rumah RR dan 1 unit rumah RB.

Selanjutnya, Kota Malang, 1 unit rumah RS, Kabupaten Pasuruan, 1 unit rumah RS dan 1 unit fasilitas umum RR. Kabupaten Jember, 1 unit fasilitas umum RR dan Kota Blitar, 3 unit rumah RR.

Pada saat gempa, BPBD mencatat informasi seputar guncangan yang dirasakan warga setempat. Warga Kabupaten Blitar merasakan guncangan kuat sekitar 15 detik, warga di Kabupaten Malang merasakan guncangan 5 detik, dan di Kota Blitar 2 hingga 3 detik.

Gempa membuat warga di dalam rumah panik dan keluar rumah. 

Hingga saat ini, BNPB terus melakukan koordinasi dan memonitor penanganan pascagempa di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, pihaknya masih memantau dan menggali informasi terkait perkembangan dampak gempa.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia