Hari Ini, Presiden PKS akan Surati Presiden Biden. Ada Apa?

Ahmad Syaikhu Presiden PKS / Istimewa
17 Mei 2021 02:37 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan bakal mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait dengan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina, hari ini, Senin (17/5/2021). 

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyayangkan sikap politik luar negeri Amerika Serikat yang cenderung mendukung tindakan Israel sebagai legitimasi tindakan membela diri.

"Terkait hal ini, kami berencana akan mengirimkan Surat Terbuka secara resmi yang ditujukan kepada Presiden Joe Biden pada hari Senin, 17 Mei," ujar Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam konferensi pers, Minggu (16/5/2021).

Syaikhu juga mendesak pemerintah AS agar bersikap konsisten dan adil terhadap hak asasi rakyat Palestina.

Dia menilai hal ini adalah momentum tepat bagi pemerintah AS untuk membuktikan keyakinan mereka bahwa prinsip multilateralisme, keadilan dan hak asasi manusia sebagai doktrin serta landasan politik luar negeri AS.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mencoba negosiasi mengurangi tensi antara Israel dan Palestina dengan menghubungi Perdana Menteri Israel.

Baca juga: Jumlah Kendaraan Luar Kota Masuk Jogja Berkurang

Presiden AS Joe Biden meningkatkan upaya untuk menenangkan ketegangan Israel-Palestina dan mendesak perlindungan warga sipil, termasuk anak-anak, setelah serangan udara Israel menargetkan kantor media di Gaza.

Biden mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang keprihatinan besar tentang kekerasan yang sedang berlangsung, ungkap Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan. Namun, dia menegaskan kembali hak Israel untuk mempertahankan diri dari Hamas dan kelompok teroris lainnya di Gaza.

Berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk pertama kalinya sejak menjabat, Biden menggarisbawahi komitmennya yang kuat terhadap solusi dua negara yang dirundingkan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Sumber : bisnis.com