Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Tenda pengungsian korban banjir dari Gampong Lhok Sandeng di Pidie Jaya, Aceh, Jumat (16/1/2026). ANTARA/M Haris SA
Harianjogja.com, BANDA ACEH—Waktu terus berjalan, namun ratusan hari pascabanjir bandang, sebagian warga pedalaman Pidie Jaya masih bertahan di tenda darurat. Korban banjir di Gampong Lhok Sandeng kini menanti kepastian hunian, agar kehidupan mereka tidak terus terjebak dalam kondisi serba sementara.
Muntasir, warga terdampak banjir dari Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, mengatakan hingga Sabtu (17/1/2026) belum ada kejelasan kapan para korban dipindahkan ke hunian sementara maupun hunian tetap.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," kata Muntasir.
Gampong Lhok Sandeng berada di wilayah hulu Krueng Meureudu. Sepanjang daerah aliran sungai tersebut, dari hulu hingga hilir, terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.
Muntasir menjelaskan, rumah keluarganya berada tidak jauh dari aliran Krueng Meureudu. Saat banjir bandang melanda, rumah itu terseret arus sungai.
"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," katanya.
Bencana itu tidak hanya merusak permukiman. Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses menuju desa tetangga juga rusak parah. Saat ini, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari batang kelapa yang baru bisa dilalui kendaraan berukuran sedang.
"Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," kata Muntasir.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Muntasir menyebut pembangunan hunian sementara bagi korban banjir Gampong Lhok Sandeng terkendala ketersediaan lahan. Kondisi tersebut membuat proses relokasi belum dapat dimulai.
"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun. Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadhan," kata Muntasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.