Detik-detik Jurnalis di Palestina Selamatkan Diri Saat Israel Mengebom Gedung Al-Jalaa

Ilustrasi-Tentara Israel menembakkan rudal ke jalur Gaza, Yerusalem - Twitter
16 Mei 2021 14:17 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Serangan udara Israel menghancurkan sejumlah kantor media, salah satunya gedung yang menaungi Associated Press (AP) dan Al Jazeera.

Dilaporkan oleh Al Jazeera, Sabtu (15/5/2021) penghuni gedung Al-Jalaa yang memiliki 11 lantai berlarian melalui tangga darurat setelah tentara Israel memberi peringatan lewat telepon, bahwa warga hanya punya waktu 1 jam untuk mengevakuasi diri sebelum jet tempur Israel membombardir.

Gedung ini terdiri dari 60 apartemen residensial dan perkantoran, termasuk kantor media AP dari Amerika Serikat dan Al Jazeera yang berbasis di Qatar.

BACA JUGA : Jokowi: Agresi Israel ke Palestina Harus Dihentikan!

Koresponden Al Jazeera Safwat al-Kahlout mengatakan seketika itu seluruh kru harus mengambil barang pribadi dan perlengkapan liputan mereka, terutama kamera. Namun, 1 jam tidaklah cukup.

“Tolong berikan kami 15 menit [lagi]. Kami memiliki banyak peralatan, termasuk kamera dan lainnya,” kata seorang jurnalis AP memohon kepada kantor intelijen Israel melalui telepon.

Jawad Mahdi, pemilik gedung pun juga berupaya untuk meminta tambahan waktu.

“Yang saya minta adalah membiarkan empat orang… masuk ke dalam dan mengambil kamera mereka. Kami menghargai keinginan kalian, kami tidak akan melakukannya kalau Anda tidak memperbolehkannya, tetapi berikan kami 10 menit,” ungkapnya.

“Tidak ada [tambahan] 10 menit. Tidak ada yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Kami sudah memberikan waktu 1 jam untuk melakukan evakuasi,” jawab pihak Israel.

BACA JUGA : Peduli Palestina, Selebritas Galang Dana

Israel menargetkan gedung tersebut setelah mengklaim adanya mata-mata dari Hamas dan menuduh memanfaatkan jurnalis sebagai tameng. Namun, klaim tersebut tidak terbukti.

“Saya sudah bekerja di sini selama lebih dari 10 tahun dan tidak pernah melihat ada yang [mencurigakan],” kata al-Kahlout.

Tak lama kemudian, tiga rudal langsung meluluhlantakkan gedung al-Jalaa hingga menimbulkan kepulan asap tebal.

“Dunia akan semakin tidak tahu apa yang terjadi di Gaza akibat apa yang terjadi hari ini. Kami terkejut dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza,” kata Presiden dan CEO AP Gary Pruitt dalam pernyataan, dikutip dari Bloomberg.

Penghancuran gedung al-Jalaa dikecam lantaran dianggap aksi membungkam jurnalis untuk menutupi kekejaman Israel. Setidaknya 145 warga Palestina tewas, termasuk 39 anak-anak di Jalur Gaza akibat serangan udara Israel hingga Minggu (16/5/2021). Sekitar 950 orang dilaporkan terluka.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia