Advertisement
Bandara Juanda Layani Sekitar 1.600 Orang Per Hari saat Larangan Mudik
Petugas berjaga di lobby Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (7/5/2021). Aktivitas di Bandara Juanda terpantau sepi meskipun pada pemberlakuan larangan mudik Idul Fitri 1442 H terdapat pengecualian bagi ASN, pegawai BUMN/BUMD, TNI, Polri, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil dengan satu orang pendamping, pelayanan kesehatan darurat dan sebagainya dengan kepentingan mendesak. - Antara/Umarul Faruq.
Advertisement
Harianjogja.com, SIDOARJO - Penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya terpantau sepi pada H-2 menjelang Lebaran 2021 atau Selasa menyusul pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah sejak 6 Mei 2021.
"Pada periode prapeniadaan mudik rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 16-17 ribu. Sementara di periode peniadaan mudik yang sudah berjalan beberapa hari ini secara rata-rata hanya ada sekitar 1.600 penumpang per harinya," kata Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya Yuristo Adhi di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.
Advertisement
BACA JUGA : Larangan Mudik Jadi Upaya Putus Rantai Covid-19
Ia mengimbau kepada calon pengguna jasa di Bandara Internasional Juanda, jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak untuk sementara tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus Covid-19.
"Tidak mudik untuk Indonesia yang lebih baik," ucapnya.
Menurutnya, setiap orang yang menggunakan jasa penerbangan di periode peniadaan mudik wajib memenuhi syarat yang ditetapkan dalam SE Satgas Covid dan Peraturan Menteri Perhubungan.
"Tujuannya bukan untuk mudik tapi untuk kedinasan dan keperluan mendesak yang diatur dalam peraturan-peraturan tersebut," katanya.
Dari data yang ada, pada 10 Mei 2021 atau H-3 Lebaran, jumlah penumpang untuk keberangkatan di Bandara Juanda sebanyak 304 orang. Kemudian untuk kedatangan sebanyak 928 orang jadi total 1.232 orang.
BACA JUGA : Kota Jogja Terbuka untuk Pemudik Lokal, Ini Syaratnya..
"Jumlah ini turun 17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu sebanyak 1.487 orang. Begitu juga dengan pergerakan pesawat juga mengalami penurunan sebanyak 15 persen dari 41 pesawat pada H-3 2020 menjadi 35 pesawat pada 2021," katanya.
Sementara itu, salah satu penumpang Rina mengaku menggunakan jasa angkutan udara untuk urusan pekerjaan.
"Saya asli Jakarta, datang ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Dan sekarang sudah mau balik lagi ke Jakarta dengan menggunakan angkutan udara," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
- Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Longsor Terjang Jumapolo-Jatiyoso, Akses Jalan Sempat Terputus
- DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
- Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina
- Bus DAMRI Karimunjawa Resmi Beroperasi, Tarif Rp7.000
- Putri KW Lolos 16 Besar India Open 2026 Usai Kalahkan Li
- Hujan Angin Terjang Bantul, Puluhan Pohon Tumbang di 8 Wilayah
- Restrukturisasi Citigroup, 1.000 Karyawan Kena PHK Januari 2026
Advertisement
Advertisement





