Advertisement

Pemuda 22 Tahun Meninggal Seusai Divaksin, Anies Desak Evaluasi Penggunaan AstraZeneca

Nyoman Ary Wahyudi
Senin, 10 Mei 2021 - 21:37 WIB
Bhekti Suryani
Pemuda 22 Tahun Meninggal Seusai Divaksin, Anies Desak Evaluasi Penggunaan AstraZeneca Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan evaluasi PSBB tahap III di DKI, Kamis (4/6/2020). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA —Kasus kematian akibat vaksin AstraZeneca diduga terjadi di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi penduduk usia muda.

Permintaan itu disampaikan Anies kepada Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyusul adanya dugaan kasus kematian seorang pemuda berusia 22 tahun setelah disuntik vaksin AstraZeneca.

“Kami sampaikan di beberapa Negara Eropa ada pembatasan usia bahwa Vaksin AstraZeneca itu diberikan diutamakan pada mereka yang berusia di atas 40 tahun bahkan ada yang di atas 60 tahun,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Anies menerangkan pihaknya mengusulkan agar adanya ketentuan tambahan di dalam penapisan vaksin Covid-19 untuk mencegah terjadinya risiko fatalitas sebagai efek samping dari vaksinasi.

BACA JUGA: Ini Daftar Tanah Milik Bupati Nganjuk, Nilainya Sentuh Rp56,6 Miliar

“Karena kita ketahui laporannya ada risiko pembekuan [darah], kalau dilakukan vaksinasi pada orang-orang yang berusia relatif muda,” kata dia.

Kementerian Kesehatan menyebutkan masih akan meninjau kembali vaksin AstraZeneca setelah adanya kasus kematian yang menimpa penerima vaksin tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa kasus tersebut masih ditinjau oleh Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Adapun, terkait penggunaannya juga akan menunggu hasil kajian tersebut.

“Ini masih dikaji Komnas KIPI ya, sabar kita tunggu,” kata Nadia, Senin (10/5/2021).

Advertisement

Pada 6 Mei 2021, seorang pemuda 22 tahun, Trio Vauqi Virdaus, meninggal dunia setelah mendapatkan suntikkan vaksin AstraZeneca. Diduga penyebab meninggalnya sama dengan yang pernah ada di negara-negara lain sebelumnya yaitu pembekuan darah.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja Cuci Uang untuk Beli Apartemen hingga Barang Antik

Jogja
| Rabu, 28 September 2022, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement