Pemerintah Matangkan Harga Vaksin Gotong Royong

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id
07 Mei 2021 11:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan saat ini pemerintah tengah mematangkan program Vaksinasi Gotong Royong yang akan menggunakan vaksin Sinopharm. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sendiri telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA) terhadap vaksin Sinopharm.

"Pelaksanaan vaksin Gotong royong sedang dikoordinasikan oleh PT Bio Farma dan Kamar Dagang Industri [Kadin]. Permenkes terkait harga vaksin gotong royong sedang dibahas oleh Kementerian Kesehatan dan akan diumumkan setelah ada keputusan resmi," kata Wiku dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/5/2021).

Lebih lanjut, program vaksinasi Gotong Royong juga bisa diakses oleh Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAS/KITAP).

Disamping itu, Wiku menambahkan, terkait pelarangan bagi WNA masuk Indonesia yang memiliki riwayat perjalanan ke India dalam 14 hari terakhir, hanya akan berlaku sementara dan akan disesuaikan dengan perkembangan terkini pandemi yang terjadi di India.

Hal ini untuk mencegah masuknya varian B1617 yang bersumber dari India.

Baca juga: Larang Masyarakat Mudik, Pemerintah Justru Beri Karpet Merah untuk Puluhan WNA China Datang ke Indonesia

Dalam upaya pencegahan, pemerintah juga telah memperketat pintu-pintu masuk dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa vaksinasi gotong royong akan diprioritaskan berdasarkan zonasi risiko penularan Covid-19 dan perusahaan yang sudah mendaftarkan diri di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dia menyebutkan bahwa jenis industri yang menjadi prioritas adalah industri padat karya atau yang menyerap banyak tenaga kerja manusia.

"Dilaporkan mengenai vaksin gotong royong dan prioritas berbasis zonasi dan juga perusahaan-perusahaan yang daftar di Kadin, dan tentu jenis industri yang diutamakan padat karya," kata Airlangga dalam konferensi pers seperti yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Pekerja Asing

Lebih lanjut, pekerja asing yang memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) atau kartu izin tinggal tetap (KITAP) juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong.

Dari sisi regulasi, Kementerian Kesehatan juga tengah mempersiapkan aturan teknis ihwal vaksinasi Gotong Royong dalam bentuk peraturan menteri kesehatan (permenkes).

“Kemudian terkait dengan jenis vaksinnya adalah vaksin Sinopharm yang sudah komit untuk masuk, sejumlah sekitar 7 juta [dosis],” ungkapnya. Selain itu, vaksin bermerek CanSino juga dikabarkan Airlangga dalam proses negosiasi untuk didatangkan ke Tanah Air.

Sumber : bisnis.com