Kemenparekraf Gandeng Grab untuk Tingkatkan Pemasaran di Kawasan Borobudur

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein (kiri Pertama), Nia Niscaya, Deputi Pemasaran Kemenparekraf (tengah), dan Arryo Harman, Head of Public Affairs Strategic Projects, Grab Indonesia, (kanan) saat meresmikan program peningkatan kualitas pelayanan pemasaran dan potensi wisata di Destinasi Super Prioritas Borobudur. - Ist.
06 Mei 2021 00:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG--Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Grab Indonesia untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan pemasaran dan potensi wisata di destinasi super prioritas Candi Borobudur.

Adapun Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan pelatihan oleh Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pemasaran untuk para pengemudi Grab. Mitra Grab ini dianggap sebagai salah satu garda terdepan yang berinteraksi dengan wisatawan di salah satu destinasi wisata super prioritas yaitu Candi Borobudur.

Selain itu, mempromosikan perjalanan dan eksplorasi tujuan wisata melalui layanan Grab dan Program Jelajah Kota di area Borobudur, Magelang, DIY, Solo, dan Semarang. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kerja sama kedua pihak untuk mendukung lima destinasi super prioritas. Serta program Grab Tourism Ambassador di DIY bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI) DIY.

BACA JUGA : Pembangunan Borobudur Highland Diminta Libatkan Warga

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengapresiasi program inisiatif dari Grab sebagai bentuk dari Indonesia Incorporated dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Pengemudi Grab menjadi instrumen pendukung bersentuhan langsung dengan wisatawan dalam melakukan pemasaran dan promosi destinasi wisata yang ada di Indonesia, dalam hal ini Kawasan di Joglosemar.

Borobudur merupakan salah satu destinasi super prioritas yang akan terus dikembangkan hingga 2021 ini. Ada banyak potensi pariwisata di sekitar Borobudur, khususnya di Magelang Raya yang bisa dieksplorasi.

“Semoga dengan adanya kolaborasi pemerintah dan pihak swasta ini dapat mempercepat pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan. Dengan tidak boleh melupakan standar protokol kesehatan yang telah diterapkan. Perlu penerapan yang baik dan konsisten. Selain itu dengan puasnya wisatawan di seluruh touch point wisata, kami berharap dapat terus meningkatkan nilai tambah dan membentuk quality tourism," katanya, Rabu (5/5/2021).

Kolaborasi ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menciptakan pengalaman wisata ke Jawa Tengah yang aman serta nyaman di tengah pandemi. Selain itu, inisiatif ini juga dapat berkontribusi untuk meningkatkan potensi suatu destinasi wisata serta memberikan lapangan kerja dan membuka peluang-peluang usaha bagi masyarakat sekitar wilayah wisata agar dapat bertahan di situasi yang penuh tantangan ini.

BACA JUGA : Menparekraf Ingatkan Proyek Borobudur Highland Harus

Director of West Indonesia, Grab Indonesia, Richard Aditya berharap dukungan tersebut bisa mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan sekitarnya. "Kami selalu mendukung inisiatif pemerintah pusat maupun daerah serta memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital," katanya.

Ia memperkenalkan program Jelajah Kota, yang menyediakan panduan bagi warga Jawa Tengah dan sekitarnya dalam mengeksplorasi kotanya. Melalui program ini, disediakan berbagai macam rekomendasi destinasi wisata, tempat kuliner, toko suvenir, dan pusat kesehatan yang terdapat di dalam aplikasi yang didukung dengan berbagai layanan.

“Kami sepakat program itu harus memenuhi standar serta penerapan protokol kesehatan yang berlaku, sehingga wisatawan merasa aman dan dapat menikmati wisatanya di area Borobudur,” ujarnya.

BACA JUGA : Borobudur Highland Siap Jadi Alternatif Baru Pariwisata DIY

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho mengapresiasi dukungan Grab terhadap pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah. Langkah menarik perhatian wisatawan untuk  berkunjung  ke  Jawa Tengah menjadi salah satu cara terbaik untuk memulihkan ekonomi. Mengingat pada 2020 jumlah wisatawan nusantara turun 60,5 persen dan wisatawan mancanegara turun 88,6 persen dibandingkan 2019.

"Pada Januari 2021 wisatawan nusantara 1.377.659, tetapi di bulan Februari 2021 turun menjadi 689.104, wisatawan mancanegara masih," katanya.