Menparekraf Ingatkan Proyek Borobudur Highland Harus Libatkan Desa Wisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (tengah) dan Direktur Utama BOB, Indah Juanita (kanan), dan Bupati Purworejo, Agus Bastian (kiri) dalam kegiatan Konsultasi Publik Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) BOB di Magelang, Jumat (12/3/2021). Harian Jogja - Nina Atmasari.
13 Maret 2021 07:57 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Badan Otorita Borobudur (BOB) mengadakan konsultasi publik untuk memaparkan prospek investasi di Zona Otorita yang berada di Perbukitan Menoreh, 12 km ke barat dari Candi Borobudur. Proyek yang akan dikembangkan seluas 309 Ha dan diberi nama “Borobudur Highland”.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengapresiasi upaya BOB meluncurkan konsultasi publik tersebut untuk kemitraan pemerintah.

"Ini adalah salah satu inovasi pembiayaan pembangunan. Hari ini ada lima letter of intent dari investor yang sudah ditandatangani dan akan dibawa dalam konsep kemitraan. Di tengah Covid, keuangan pemerintah terbatas jadi inovasi ini diapresiasi," katanya, dalam Konsultasi Publik Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) BOB di Magelang, Jumat (12/3/2021).

BACA JUGA : Dalam Hitungan Jam, Kasus Pembunuhan di Hotel Kawasan 

Sandiaga berharap kemitraan ini bisa membuat proyek-proyek infrastruktur maupun pembangunan destinasi wisata menjadi lebih cepat. Apalagi, setelah ia mengunjungi kawasan yang sebagian besar ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah tersebut, ini akan menebar harapan untuk memulai kembali kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Saya nitip pesan, [dalam proyek] ini juga harus mencakup desa wisata-desa wisata yang ada di sekitar kawasan Borobudur Highland. Dan penggunaan teknologi untuk membuka peluang usaha," katanya.

Ia menegaskan untuk selalu mengutamakan penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar terutama bagi Kabupaten Purworejo serta di sekitarnya, karena pengembangan destinasi super prioritas Borobudur ini mencakup bukan hanya Kabupaten Magelang tetapi juga sekitar Borobudur seperti Purworejo, Kulonprogo dan beberapa kabupaten lainnya.

Sandiaga menyebut proyek ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja secara langsung sejumlah total 5.000 orang untuk proyek tahapan pertama. Namun, ia sedang menghitung kembali, di tahap selanjutnya bisa menciptakan hingga 20.000 sampai 30.000 lapangan kerja untuk masyarakat sekitarnya.

BACA JUGA : Borobudur Jadi Destinasi Super Prioritas, 3 Kawasan Ini

"Jadi, pembangunan era baru pariwisata adalah merangkul masyarakat dengan membuka lapangan kerja memberikan peluang usaha dan teknologi, dan melibatkan desa wisata, itu yang kita harapkan ke depan, pariwisata berkualitas, berkelanjutan," jelasnya.

Sandiaga menambahkan kebangkitan pariwisata ini sudah mulai terasa seperti dua hari terakhir, wisatawan cukup meningkat signifikan di Bali. Bahkan menurutnya, hari ini aktivitas seputar Jogja dan Borobudur juga meningkat.

Saat ini, pihaknya sedang merencanakan bersama MX Moto GP, yaitu moto GP untuk trail. Lokasi yang dipilih adalah Kabupaten Purworejo, dekat Borobudur yang merupakan destinasi super prioritas. Kegiatan ini rencananya Juli 2021, dan dalam tiga bulan ini persiapan dikebut, mulai prokes, testing tracing yang diperkuat dan vaksinasi yang didistribusi lebih masif.

"Setelah itu, sinergi dengan kepolisian, satgas covid, saya cukup yakin bahwa pertengahan 2021 kita akan melihat kebangkitan sektor pariwisata kita khususnya di wilayah Borobudur ini," katanya. 

Berbasis Resort

Dalam pers rilis dari BOB disebutkan bahwa Borobudur Highland akan menjadi kawasan pariwisata terpadu berbasis resort, dan menjadi produk pariwisata baru di Kawasan Pariwisata Borobudur. Tema yang digunakan adalah cultural eco-resort.

BACA JUGA : Magelang Hanya Dapat Pajak Parkir dan Hiburan dari Candi

"Kami menyebut lokasinya eksotik, biar tidak seram. Di sana itu ada bukit-bukit, jadi pasti ada jurang-jurang. Karena tempat miring-miring jadi tidak berupa bangunan masif, tetapi bentuknya villa-villa kecil. Dan itu sangat menarik pasca pandemi pasti pinginnya yang individual dan ruangannya terbuka. Di sana sangat tinggi oksigen, jadi sangat menarik, dan atraksi menarik seperti sepeda, lari, tracking, itu ada tempatnya di sana karena rutenya bisa dibuat di antara pohon pinus," jelas Direktur Utama BOB, Indah Juanita.

Ia juga menyebut proyek ini akan memberi banyak manfaat pada lingkungan seperti penyerapan tenaga kerja, pemenuhan logistik, sehingga pertumbuhan ekonomi sekitar akan naik.

Bupati Purworejo, Agus Bastian sangat berharap pada BOB agar segera merealisasikan apa yang sudah direncanakan tersebut. Apalagi, BOB sudah mulai dengan mendirikan glamping (glamour camping), yaitu tempat camping mewah.

BACA JUGA : Menko Muhadjir Usul Candi Borobudur Direkonstruksi

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Direktur BOB yang sudah bekerja dengan keras untuk mewujudkannya. Kita harapkan ke depan bisa mewujudkan pariwisata yang sangat luar biasa," katanya.