Waspadalah, Kemenkes Temukan 17 Kasus Covid-19 Varian Mutasi di Indonesia

Varian virus corona B117 - istimewa
04 Mei 2021 14:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penyebaran virus Covid-19 masih harus diwaspadai di Tanah Air. Kementerian Kesehatan menyebut sudah ada 17 kasus varian mutasi Virus Corona yang masuk ke Indonesia.

Beberapa di antaranya bahkan diduga sudah terjadi transmisi lokal.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, terkait mutasi atau varian baru ini di Indonesia, pemerintah terus meneliti dan menguji pada 786 laboratorium yang memeriksa Covid-19.

Surveilans genome SARS-CoV-2 ini terus ditingkatkan guna mengetahui karakteristik SARS-CoV-2 terhadap kesehatan, serta upaya untuk melakukan pencegahan melalui pelacakan kasus.

Baca juga: Penumpang di Bandara YIA Melonjak, Didominasi Kedatangan

“Kalau kita bandingkan pada akhir Desember hanya 140 spesimen yang dilakukan genome sequencing. Saat ini, sudah mencapai 1.228 spesimen. Jadi, peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah mewaspadai penambahan, baik kasus B117, B1351 dan B1617 yang sudah masuk Indonesia,” ujarnya pada konferensi pers, Selasa (4/5/2021).

Adapun, varian yang sudah masuk ke Indonesia ini tergolong variant of concern atau diwaspadai, yakni B117 dari Inggris, B1351 dan P1.

Sementara itu, varian mutasi ganda dari India masih masuk dalam variant of interest atau masih diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Lebaran Semakin Dekat, Pasar Sleman Belum Ramai Pembeli

Nadia menjelaskan, varian B117 diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36-75 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya, dan varian ini adalah yang paling banyak dilaporkan.

Untuk kasus B117 di Jakarta ada 1 kasus, di Jawa Barat 5 kasus, di Kalimantan Timur 1 kasus, Bali 2 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Sumatra Utara 2 kasus, dan Sumatra Selatan 1 kasus.

“Ini untuk B117, dengan surveilans ini kita mewaspadai tambahan kasus B117, B1351, dan B1617. Total sebenarnya untuk seluruh varian mutasi ini sudah ada 17 kasus varian mutasi,” kata Nadia.

WNA

Kemudian, untuk kasus B1617 ditemukan ada 2 kasus positif Covid-19 di Jakarta, yang satu adalah WNI yang diambil spesimennya pada 3 April dan saat ini sudah sehat.

Satu lagi adalah dari WNA India yang diambil spesimennya pada 22 April saat ini masih dirawat di RSPI untuk isolasi dengan kondisi stabil.

Selanjutnya, 1 kasus positif B1351 di Bali diambil 25 Januari 2021, dan pasien ini pada 16 Februari 2021 sudah meninggal.

“Ini sedang kita lakukan penyelidikan epidemiologinya karena kasus ini sudah jauh. Bulan Januari, dan yang bersangkutan sudah meninggal. Jadi, kita sedang menganalisis dari laporan-laporan yang ada, apakah terjadi peningkatan dan risiko-risik terkait penularan pada saat kasus ini baru dikonfirmasi,” imbuhnya.

Nadia melanjutkan, bahwa varian B117 yang ada tidak seluruhnya dari spesimen pekerja migran Indonesia (PMI) atau orang yang memiliki riwayat perjalanan di luar negeri.

Dengan demikian, diduga sudah terjadi transmisi lokal, seperti di Karawang, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan data yang ada, kita harus mencegah virus ini untuk bertransmisi lebih luas. Kita harus bisa belajar dari negara-negara lain agar tidak terjadi lonjakan kasus,” imbau Nadia.

Ditambahkan, perlu mengurangi mobilitas. Karena dua faktor utama yang mengakibatkan lonjakan kasus di berbagai negara adalah mobilitas tinggi, dan adanya varian virus baru.

Sumber : Bisnis.com