BBWSSO: Tahapan Proyek Bendungan Bener Sesuai Prosedur

BBWS Serayu Opak yang menangani proyek Bendungan Bener. / Antara.
29 April 2021 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Yogyakarta, menyatakan mayoritas masyarakat di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendukung dan menyetujui megaproyek pembangunan Bendungan Bener.

"Seluruh prosedur pembangunan proyek Bendungan Bener sudah dilaksanakan dengan benar, sudah kami sampaikan kepada masyarakat. Masyarakat sangat memahami dan kemudian mayoritas menyetujui," kata Kepala BBWS Serayu Opak Yogyakarta Dwi Purwantoro Kamis (29/4/2021).

BACA JUGA : Ditolak Warga Purworejo, Proyek Bendungan Bener Ternyata 

Ia menambahkan dalam proses pembangunan Bendungan Bener tersebut tanpa ada intimidasi, penekanan apalagi paksaan kepada warga. Bahkan pemerintah memberikan hak-hak warga, apalagi bendungan ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi kelangsungan masyarakat, utamanya di sektor ekonomi.

"Jika kemudian muncul isu adanya penolakan warga, bahkan kemudian ada aksi demo, saya menilai tentunya ada pihak-pihak luar yang berupaya mengadudomba warga," katanya.

Dia juga mengatakan, aksi aparat yang dinilai telah melakukan tindakan melanggar hak asasi manusia (HAM) dalam mengendalikan aksi demo oleh warga sekitar megaproyek Bendungan Bener pada Jumat (23/4/2021) lalu tidak benar.

"Tidak ada tindakan kasar aparat, justru kehadiran aparat saat itu untuk memberikan pengawalan dan pendampingan. Namun justru kehadiran aparat disambut dengan tindakan anarkis, kami punya bukti itu semua," katanya.

BACA JUGA : Aparat dan Rakyat Pecah Bentrok karena Rencana Proyek

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito mengatakan, kerusuhan yang terjadi saat demo itu, pihak kepolisian hanya berusaha menenangkan warga, bukan melawan warga  melakukan demo, dan informasi adanya aparat menangkap 11 orang tidak benar.

Menurut dia, 11 orang tersebut bukan ditangkap melainkan diamankan untuk dimintai keterangan, karena diduga bertindak sebagai provokator, namun setelah dimintai keterangan 11 orang tersebut dilepas kembali.

Sumber : Antara