KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Tangkapan layar ratusan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, terlibat bentrok dengan anggota kepolisian dan TNI, Jumat (23/4/2021). [Instagram @wadas_melawan]
Harianjogja.com, PURWOREJO--Ratusan warga Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pecah bentrok dengan aparat polisi dan TNI, dalam upaya mempertahankan lahan desa mereka agar tak dipatok untuk lokasi penambangan material proyek Bendungan Bener. Proyek Bendungan Bener digadang-gadang bakal menyuplai pasokan air untuk wilayah Yogyakarta.
Setelah sempat bentrok, polisi menangkap warga Wadas, Bener, Purworejo dan kuasa hukum warga. Dalam keterangan tertulisnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja mengungkapkan apabila polisi menangkap 12 orang. Dua di antaranya merupakan kuasa hukum dari LBH Jogja. Selain itu, ada sembilan orang lain yang terluka.
Menurut Direktur LBH Jogja, Yogi Zul Fadhli kejadian bermula saat polisi mendatangi Desa Wadas sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (23/4/2021). Dengan menggunakan beberapa mobil, aparat kepolisian hendak melakukan sosialisasi pemasangan patok dalam rangka penambangan batuan andesit di sekitar Desa Wadas. Penambangan ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener.
"Dalam mobil tersebut ada banyak aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia membawa senjata. Karena jalan sudah dihadang warga dengan menggunakan batang pohon, pihak aparat memaksa masuk, termasuk dengan menggunakan gergaji mesin," tulis Yogi, Jumat (23/4/2021).
Saat pemotongan batang pohon, warga dalam posisi duduk di sekitar area sembari bersholawat atas Nabi SAW. Setelah itu aparat memaksa masuk dengan menarik, mendorong, dan memukul warga, termasuk memukul ibu-ibu yang bersholawat di barisan paling depan.
"Sekitar pukul 11.30 WIB terjadi bentrokan. Warga dan beberapa mahasiswa yang bersolidaritas ditarik dan ditangkap secara paksa. Setelah itu warga mundur karena ditembak gas air mata," tulis Yogi.
Menurut warga Wadas, Muhammad Syuut, alasan aparat menangkap beberapa orang lantaran mereka tidak membawa Kartu Tanda Pendudukan (KTP) dan bukan merupakan warga wadas.
"Katanya enggak punya KTP lah, bukan orang sini lah. Enggak [ditangkap karena] menghalangi sosialisasi," kata Syuut yang juga anggota Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas. "[Mereka] warga wadas sini, kaya gitu [ngapain] bawa KTP."
Lanjut Syuut, sosialisasi pematokan ini merupakan lanjutan dari klaim bahwa 70 persen warga telah setuju terkait penambangan. Padahal di lapangan warga menolak.
"Orang sini menolak. Untuk kelangsungan hidup [ke depan]," kata Syuut saat dihubungi secara daring, Jumat (23/4).
Apabila nantinya ada penambangan, warga Desa Wadas khawatir alam sekitar akan rusak dan menggangu proses pertanian di sekitar. "Terus nanti air [harus] beli," kata Syuut.
BACA JUGA: Ditolak Warga Purworejo, Proyek Bendungan Bener Ternyata untuk Menyuplai Air ke Bandara Jogja
Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi LBH Jogja Julian, menyatakan proyek bendungan Bener merupakan pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jogja, yakni Yogyakarta International Airport.
Pasalnya sebanyak 60% air yang dihasilkan dari bendungan ini akan dialirkan untuk suplai air bandara yang terletak di Kulonprogo tersebut.
"Kalau melihat presentasi BBWS [Balai Besar Wilayah Sungai] Serayu Opak dan dokumen Amdal [Analisis mengenai Dampak Lingkungan], memang 60 persen airnya untuk kebutuhan YIA," ungkapnya, Kamis (8/4/2021) kepada Harianjogja.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
KPK kembali memeriksa NS, adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, untuk mendalami dugaan pembagian proyek dari dana siap pakai bencana.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 6 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Bareskrim Polri menahan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal, termasuk Listyo Sigit. Slamet Uliandi ditetapkan sebagai tersangka keempat.
Jadwal SIM Keliling Jogja 6 November 2026 berada di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal Satpas, SIM MAMI, Drive Thru, dan syarat perpanjangan SIM.