Bupati Magelang Minta Warga Tak Mudik Lebaran

Bupati Magelang, Zaenal Arifin (kiri) saat Jumpa Pers Penanganan Covid-19 Rabu (9/9/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
29 April 2021 22:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Bupati Magelang Zaenal Arifin meminta agar warga tidak mudik dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021/1442 Hijriah.

Hal itu sesuai Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadahan 1442 Hijriah, serta Surat Edaran Menteri Agama RI No 03 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Kami minta surat edaran ini terus disosialisasikan kepada warga masyarakat di Kabupaten Magelang, agar bisa menjadi panduan bagi masyarakat untuk tidak mudik dan tetap mematuhi protokol kesehatan," tegas, Zaenal saat rakor terpadu menyambut Hari Raya Idul Fitri, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Hasil Survei: 50% Perusahaan di Indonesia Permanenkan Sistem Kerja dari Rumah

Menurutnya, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu menjadi perhatian antara lain ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, ketersediaan stok tunai rupiah di bank maupun ATM.

Kemudian keselamatan dan kelancaran lalu lintas yang berkaitan dengan infrastruktur, transportasi beserta kelengkapannya, BBM yang memadai. Selanjutnya terkait keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat termasuk tempat ibadah, pusat keramaian seperti pasar, mall, obyek wisata serta simpul-simpul transportasi.

"Selain itu juga masalah sosial dan bencana, kewaspadaan dan pengawasan terhadap bahan pangan yang rusak, kadaluarsa, penggunaan bahan berbahaya dan tidak berlabel, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai bagi masyarakat," paparnya.

Baca juga: Baru 4 Bulan, Penyaluran KPR BTN Syariah Hampir Tembus 10.000 Unit Rumah

Sementara untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pengawalan dan pengamanan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, akan dibentuk Posko Terpadu sebagai koordinator dan pengendalian pengamanan perayaan Lebaran di Kabupaten Magelang.

Zaenal juga menekankan kepada para kepala OPD terkait agar mendirikan posko teknis sesuai dengan tugas dan fungsinya, serta melaporkan situasi dan kondisi selama pelaksanaan tugas kepada Posko Terpadu melalui sarana media yang sudah disediakan.

Pada kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso melaporkan harga kebutuhan pokok masyarakat sejauh ini masih relatif normal dan terjangkau.

Di antaranya, beras premium Rp11.000 - Rp11.500 per kg, beras medium Rp10.000 per kg, gula pasir Rp 13.000 per kg, minyak goreng Rp13.000 kg. Namun demikian, ada kenaikan harga di beberapa hal antara lain daging ayam Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kg telur ayam Rp22.000 menjadi Rp25.000 per kg. Sementara terkait harga cabai, baik cabai merah, kriting, kemudian harga bawang merah dan bawang putih menurut Iwan sangat fluktuatif namun masih terjangkau.

Untuk data stok per 5 April 2021 yang bersumber dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa stok beras masih 2.394,53 ton, minyak goreng 169.591 Liter, gula pasir 280.741 kg, telur ayam ras 25.112 kg, daging ayam 7.155 kg, daging sapi 1.415 kg, cabai merah 2.756 kg, rawit merah 1.764 kg, bawang merah 3.209 kg, bawang putih 4.896 kg.

"Ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Magelang sampai saat ini masih aman. Sementara untuk harga juga masih relatif stabil dan terjangkau meski ada kenaikan di beberapa komoditas, namun itupun juga tidak terlalu signifikan," ungkap Iwan.