Menyelamatkan Si Miskin dari Muslihat Jahat Bandar Judol
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan (kiri). /ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi nuklir tidak selamanya berafiliasi pada kebutuhan pertahanan. Nuklir untuk kebutuhan damai ternyata sangat memberikan manfaat untuk sektor kesehatan. Belum lama ini Pusat Teknologi Radioisotop Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) meluncurkan TB Scan untuk mendiagnosas penyakit Tuberkulosis baik di dalam maupun luar paru-paru.
Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan menjelaskan TB Scan secara resmi telah mendapatkan izin edar dari BBPOM tertanggal 22 Februari 20210. Produk radiofarmaka ini merupakan karya kolaborasi berbagai pihak mulai dari akademisi, pemerintah dan dunia bisnis termasuk melibatkan Kimia Farma.
Ia menyatakan TB Scan atau dikenal dengan Kita Radiofarmaka Ethambutol ini merupakan sediaan farmasi yang mengandung Ethambutol Hydrochloride. Selain itu terdapat zat tambahan yang membantu proses untuk penandaan radioisotop Technetium Tc-99m ke dalam ethambutol.
“Obat ini kami bikin dalam bentuk ampul, Ketika digunakan untuk diagnosis diberi sedikit radioisotope. Kit radiofarmaka ethambutol ini bisa mendiagnosasi TB baik saat posisi berada di dalam maupun di luar paru. Tetapi sediaan ini bukan sebagai obat TB, ia hanya sebagai pendeteksi atau pendiagnosa Tuberkulosis,” katanya, Senin (12/4/2021).
Ia menambahkan lewat TB Scan yang mengandung ethambutol ini disuntikkan ke pasien. Setelah menunggu sekitar satu jam kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan sinar Gama. Selanjutnya ethambutol akan mencari bakteri TB di sekitarnya, lalu radioisotope memancarkan radiasi dan dideteksi oleh sinar Gamma untuk diubah dalam bentuk gambar.
“Nah dari proses ini kemudian bisa diketahui lokasi bakteri TB itu berada, prosesnya bisa diubah menjadi gambar sehingga diketahui seberapa banyak bakteri tersebut. Karena ethambutol ini paling senang dengan bakteri TB, kaan terus mengejar. Bahkan TB Scan bisa memastikan apakah bakteri masih ada atau sudah benar-benar hilang,” ucapnya.
Menurutnya TB Scan ini snagat efektif untuk diagnose karena bisa mengetahui seberapa banyak dan seberapa kuat bakteri TB berada di dalam tubuh. Sehingga memudahkan tindaklanjut pengobatan. Hal ini merupakan terobosan teknologi, karena selama ini TB hanya dideteksi lewat dahak atau di paru.
“Spesialis kedokteran nuklir akan memberikan rekomendasi hasil ke dokter terkait, kalau misalnya bakteri ada di paru ya akan diberikan ke dokter baru. Kalau hasil kamera gama bersih tidak ada bakteri TB lagi berarti sudah sembuh,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan