8 Fakta tentang Gempa Jawa Timur 10 April 2021

Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters
11 April 2021 13:27 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi di Malang Jawa Timur, Sabtu (11/4/2021). Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan sejumlah fakta-fakta terkait gempa tersebut.

Dalam gempa itu, sejumlah bangunan rusak dan roboh dan juga menimbulkan korban jiwa.

Berikut fakta-fakta tersebut menurut Daryono :

1. Gempa ini terjadi pada siang hari pukul 14.00.16 WIB, memiliki magnitudo 6,1 dengan episenter terletak di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 80 km.

2. Gempa selatan Malang ini bukan termasuk Gempa Megathrust, tetapi Gempa Menengah di Zona Beniof, karena deformasi atau patahan batuan yang terjadi berada pada slab lempeng Indo-Australia yang menunjam dan tersubduksi menukik ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai selatan Malang.

3. Mekanisme sumber gempa ini berupa pergerakan sesar naik (thrust fault). Mekanisme sumber sesar naik ini sebenarnya sensitif terhadap potensi tsunami, namun patut disyukuri bahwa gempa ini berada di kedalaman menengah dan dengan magnitudo 6,1 sehingga tidak cukup kuat untuk mengganggu kolom air laut, sehingga gempa ini tidak berpotensi tsunami.

4. Dampak gempa ini mencapai skala intensitas maksimum V-VI MMI (dalam peta tingkat guncangan berwarna kuning) sehingga gempa ini berpotensi merusak. Estimasi peta tingkat guncangan BMKG yang dikeluarkan 15 menit setelah gempa cukup akurat dan ternyata benar gempa ini banyak menimbulkan kerusakan bangunan rumah.

5. Gempa ini memiliki spektrum guncangan yang luas yang dirasakan hingga daerah Banjarnegara di barat dan Bali di timur. Adanya spektrum guncangan yang luas ini berkaitan dengan hiposenter gempanya yang cukup dalam.

6. Hasil monitoring BMKG hingga sore ini menunjukkan telah terjadi 3 kali gempa gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan kecil kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan.

7. Gempa selatan Malang ini kemungkinan sangat kecil untuk dapat memicu aktifnya gunungapi, kecuali gunungapi tersebut memang sedang aktif. Jika gunungapi sedang tidak aktif maka gempa tektonik akan sulit mempengaruhi aktivitas vulkanisme.

8. Zona gempa selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan, Catatan sejarah gempa menunjukkan bahwa Gempa Selatan Malang M6,1 ini berdekatan pusat gempa merusak Jawa Timur yang terjadi pada masa lalu, pada tahun 1896, 1937, 1962. 1963 dan 1972.*** DARYONO BMKG

Sumber : Bisnis.com