Menkes Tetapkan 3 Jenis Vaksin Ini jadi Booster, Begini Skenarionya
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Mutasi virus corona B117/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus corona baru atau SARS-CoV-2 masuk dalam urutan kedua virus yang paling berisiko menciptakan pandemi.
Hal ini diketahui setelah para peneliti di University of California berhasil mengurutkan virus yang ditularkan dari hewan kepada manusia melalui alat ciptaan mereka yang disebut SpillOver.
Penyebaran virus hewan ke manusia atau zoonosis dalam beberapa tahun ini cukup tinggi. Para ahli memperkirakan lebih dari 500.000 virus yang menular. Namun tidak semua virus berpindah dari hewan ke manusia.
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti menciptakan skor untuk virus sebagai cara menilai dan membandingkan risikonya.
Untuk mendapatkan skor, alat tersebut mempertimbangkan 32 faktor risiko yang terkait dengan virus dan inangnya, seperti berapa banyak spesies hewan yang terinfeksi virus dan seberapa sering manusia berinteraksi dengan hewan liar di area tempat virus terdeteksi.
Kemudian, para peneliti menggunakan alat tersebut untuk memberi peringkat terhadap 887 virus satwa liar berdasarkan risiko limpahannya. Sebagian besar virus yang termasuk dalam peringkat baru ditemukan, tetapi beberapa sudah diketahui bersifat zoonosis.
Setelah diurutkan, 12 virus teratas dalam daftar adalah patogen zoonosis dengan virus Lassa menempati urutan pertama, SARS-CoV-2 pada urutan kedua, dan virus ebola menempati posisi ketiga.
Hewan inang utama virus Lassa adalah tikus dan inang utama virus Ebola diyakini kelelawar.
Sementara hewan inang utama untuk SARS-CoV-2 tidak diketahui, tetapi virus ini katanya telah ditemukan menginfeksi cerpelai, singa, dan harimau. Namun bisa saja Covid-19 menempati posisi teratas ketika para peneliti mempelajarinya lebih lanjut.
Para peneliti mengatakan alat mereka memberi peringkat potensi untuk peristiwa pandemi di masa depan. "Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi," ujar Zoë Grange, yang memimpin pengembangan SpillOver seperti dilansir dari Live Science, Kamis (8/4/2021).
Di antara virus yang belum zoonosis, virus peringkat teratas adalah coronavirus 229E (strain kelelawar), yang termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan SARS-CoV-2 dan menginfeksi kelelawar di Afrika. Virus peringkat teratas lainnya adalah virus corona PREDICT CoV-35 yang juga termasuk dalam keluarga virus corona dan menginfeksi kelelawar di Afrika dan Asia Tenggara.
Para penulis mencatat bahwa SpillOver adalah platform crowdsourcing yang memungkinkan peneliti lain untuk menyumbangkan data tentang virus yang sudah termasuk dalam daftar atau menambahkan virus ke daftar, dan peringkat dapat berubah saat data baru ditambahkan.
"SpillOver dapat membantu memajukan pemahaman kita tentang ancaman kesehatan virus dan memungkinkan kita bertindak untuk mengurangi risiko limpahan sebelum pandemi dapat menyebar," tutur Jonna Mazet, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Hewan UC Davis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pemerintah memutuskan akan melaksanakan vaksinasi booster, besok (12/1/2022). Ada tiga jenis vaksin booster yang disiapkan pemerintah.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.