Advertisement
Bukan Corona, Ini Virus Paling Berisiko Picu Pandemi Fatal di Dunia
Mutasi virus corona B117 - istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus corona baru atau SARS-CoV-2 masuk dalam urutan kedua virus yang paling berisiko menciptakan pandemi.
Hal ini diketahui setelah para peneliti di University of California berhasil mengurutkan virus yang ditularkan dari hewan kepada manusia melalui alat ciptaan mereka yang disebut SpillOver.
Advertisement
Penyebaran virus hewan ke manusia atau zoonosis dalam beberapa tahun ini cukup tinggi. Para ahli memperkirakan lebih dari 500.000 virus yang menular. Namun tidak semua virus berpindah dari hewan ke manusia.
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti menciptakan skor untuk virus sebagai cara menilai dan membandingkan risikonya.
Untuk mendapatkan skor, alat tersebut mempertimbangkan 32 faktor risiko yang terkait dengan virus dan inangnya, seperti berapa banyak spesies hewan yang terinfeksi virus dan seberapa sering manusia berinteraksi dengan hewan liar di area tempat virus terdeteksi.
Kemudian, para peneliti menggunakan alat tersebut untuk memberi peringkat terhadap 887 virus satwa liar berdasarkan risiko limpahannya. Sebagian besar virus yang termasuk dalam peringkat baru ditemukan, tetapi beberapa sudah diketahui bersifat zoonosis.
Setelah diurutkan, 12 virus teratas dalam daftar adalah patogen zoonosis dengan virus Lassa menempati urutan pertama, SARS-CoV-2 pada urutan kedua, dan virus ebola menempati posisi ketiga.
Hewan inang utama virus Lassa adalah tikus dan inang utama virus Ebola diyakini kelelawar.
Sementara hewan inang utama untuk SARS-CoV-2 tidak diketahui, tetapi virus ini katanya telah ditemukan menginfeksi cerpelai, singa, dan harimau. Namun bisa saja Covid-19 menempati posisi teratas ketika para peneliti mempelajarinya lebih lanjut.
Para peneliti mengatakan alat mereka memberi peringkat potensi untuk peristiwa pandemi di masa depan. "Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi," ujar Zoë Grange, yang memimpin pengembangan SpillOver seperti dilansir dari Live Science, Kamis (8/4/2021).
Di antara virus yang belum zoonosis, virus peringkat teratas adalah coronavirus 229E (strain kelelawar), yang termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan SARS-CoV-2 dan menginfeksi kelelawar di Afrika. Virus peringkat teratas lainnya adalah virus corona PREDICT CoV-35 yang juga termasuk dalam keluarga virus corona dan menginfeksi kelelawar di Afrika dan Asia Tenggara.
Para penulis mencatat bahwa SpillOver adalah platform crowdsourcing yang memungkinkan peneliti lain untuk menyumbangkan data tentang virus yang sudah termasuk dalam daftar atau menambahkan virus ke daftar, dan peringkat dapat berubah saat data baru ditambahkan.
"SpillOver dapat membantu memajukan pemahaman kita tentang ancaman kesehatan virus dan memungkinkan kita bertindak untuk mengurangi risiko limpahan sebelum pandemi dapat menyebar," tutur Jonna Mazet, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Hewan UC Davis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 16 Januari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tarif Murah, Bus KSPN Jogja Layani Rute Parangtritis
- KPK Duga Pengurus PBNU Jadi Perantara Korupsi Kuota Haji
- Jadwal KA Prameks JogjaKutoarjo Kamis 15 Januari
- Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2,675 Juta per Gram
- MORA Club Beri Diskon Hotel hingga 30 Persen
- Warga Pakualaman Berhasil Kurangi Sampah Hingga 50 Persen
- Prabowo Ajak 1.200 Akademisi Sosial Humaniora Berdialog
Advertisement
Advertisement




