Gandeng Perbakin, Polri Telusuri Pemilik Senjata Pelaku Teror Mabes Polri

Ilustrasi Senjata Api / Istimewa
01 April 2021 16:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polri menggandeng Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) untuk mendalami kasus tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh tersangka Zakiah Aini (25) di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan bahwa pihaknya menemukan kartu anggota Perbakin atas nama tersangka Zakiah Aini setelah ditembak mati oleh Polri.

BACA JUGA : Kapolri: Perempuan Penyerang Mabes Polri Bernama Zakiah Aini, Usia 25 Tahun

Menurutnya, Polri dan Perbakin akan berkoordinasi untuk mengetahui kepemilikan senjata yang telah digunakan Zakiah Aini untuk menyerang anggota Polri.

"Kami berkoordinasi dengan Perbakin, karena memang yang punya senjata itu biasanya adalah anggota klub," kata Rusdi, Kamis (1/4/2021).

Rusdi mengaku masih belum mengetahui jenis senjata yang digunakan Zakiah Aini dalam aksi penyerangan ke dalam Mabes Polri. "Masih didalami jenis senjata pelaku ya," ujarnya.

BACA JUGA : Orangtua Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Datangi RS Polri

Adapun, terkait senjata yang berhasil dibawa masuk oleh pelaku ke dalam Mabes Polri, Rusdi mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami hal tersebut.

Dia menduga senjata itu disembunyikan pelaku di bagian tubuhnya sehingga luput dari pengawasan para petugas penjagaan.

"Diduga memang ditaruhnya senjata itu di bagian badan, entah di perut atau di pinggang masih didalami," jelasnya.

Lebih lanjut, Rusdi menyatakan pihaknya akan melakukan audit terkait pengamanan di Mabes Polri agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Kami akan audit pengamanan di setiap pintu masuk," kata Rusdi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 16.30 WIB terduga teroris yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup kepala berwarna biru masuk ke dalam kawasan Mabes Polri.

Terduga teroris tersebut sempat menodongkan senjata api kepada aparat yang sedang bertugas di sekitar gerbang Mabes Polri.

BACA JUGA : Rumah Teroris Penyerang Mabes Polri Sepi, Pintu dan Jendela Tertutup Rapat

Tidak menunggu lama, terduga teroris berjenis kelamin perempuan tersebut langsung dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas karena telah mengancam keselamatan.

Peristiwa penembakan ini terjadi tiga hari setelah tragedi bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan yang dilakukan pasangan suami istri pada Minggu (28/3/2021).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia