Militer AS Siapkan Bantuan Evakuasi Kapal Raksasa di Terusan Suez

Sebuah kapal kontainer kandas di Terusan Suez. - Ist/Instagram
28 Maret 2021 07:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, NEW YORK- Terusan Suez macet gara-gara kapal raksasa terjebak dalam posisi melintang. Amerika Serikat telah menawarkan bantuan kepada Mesir untuk membantu membebaskan kapal kargo raksasa tersebut.

"Sebagai bagian dari dialog diplomatik aktif kami dengan Mesir, kami telah menawarkan bantuan AS kepada otoritas Mesir untuk membantu membuka kembali kanal tersebut," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, disadur dari The Hill, Sabtu (27/3/2021).

"Kami berkonsultasi dengan mitra Mesir kami tentang bagaimana kami dapat mendukung upaya tersebut," kata Jen Psaki pada pengarahan Jumat sore.

Baca juga: Kepala BNPB Doni Monardo Terisak saat Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan

Gedung Putih juga menjelaskan jika "Pembicaraan itu sedang berlangsung." mengenai rencana AS untuk membantu membebaskan kapal yang membuat Terusan Suez macet.

Psaki tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang bantuan apa yang ditawarkan. CNN melaporkan bahwa Angkatan Laut AS sedang bersiap untuk mengirim bagaimana cara membebaskan kapal tersebut.

"Kami telah menawarkan, dan siap membantu Mesir, dan akan mendukung setiap permintaan khusus yang kami terima," kata juru bicara Pentagon Komandan Jessica L McNulty dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: 150 Juta Warga Punya Akun Ecommerce, Warga Jogja & Sleman Masuk Daftar Pembeli Online Terbanyak

"Kami terus memantau dan menilai situasinya, tetapi tidak memiliki apa pun untuk diberikan tentang potensi dukungan khusus saat ini." sambungnya.

Sebuah kapal kontainer berbobot 224.000 ton terjebak di Terusan Suez pada hari Selasa dan hingga kini upaya untuk membebaskannya masih terus berlangsung.

Gedung Putih prihatin dengan potensi dampak penyumbatan pada pasar energi, kata Psaki kepada wartawan, mencatat bahwa Gedung Putih sedang melacak situasi dengan cermat.

"Itulah salah satu alasan kami menawarkan bantuan dari Amerika Serikat," kata Psaki. "Kami akan terus memantau kondisi pasar dan merespons dengan tepat jika perlu."

Terusan Suez adalah jalur utama perdagangan global, menghubungkan Laut Mediterania ke Laut Merah dan menyediakan rute maritim terpendek antara Asia dan Eropa.

Sumber : Suara.com