Advertisement
DPR Tanya Soal Impor Beras, Begini Jawaban Mentan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Reno Esnir
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo enggan berkomentar banyak soal rencana importasi 1 juta ton beras yang diberikan pemerintah kepada Perum Bulog.
Saat didesak Komisi IV DPR RI untuk menolak kebijakan impor komoditas itu di tengah panen raya, Syahrul menyatakan bahwa bukan posisinya untuk memberi sikap.
Advertisement
Dia menyebutkan rencana impor 1 juta ton beras masih wacana. Dia mengaku sejauh ini belum ada keputusan pasti yang memastikan bahwa importasi beras akan terealisasi.
“Ini yang saya tahu [soal impor beras masih wacana]. Karena itu pelibatan langsung ke Kementan, dalam bentuk penolakan dan lain-lain, saya kira saya tidak ada legal standing yang ada. Saya minta maaf,” kata Syahrul di hadapan anggota parlemen saat rapat kerja, Kamis (18/3/2021).
Syahrul menjelaskan Kementerian Pertanian akan lebih fokus pada penyerapan gabah menjelang panen raya. Kementerian Pertanian dia sebut bakal menjalin kerja sama dengan perusahaan penggilingan untuk optimalisasi penyerapan demi mencegah jatuhnya harga di tingkat petani.
“Upaya untuk penyerapan gabah, saya cenderung itu. Harus didahulukan penyerapan gabah, itu yang harus dimaksimalkan oleh pemerintah, karena ini menjadi kepentingan yang sudah menunggu. Barulah selanjutnya kiranya tidak dilakukan impor saat panen raya,” lanjut dia.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul di tengah pertanyaan Komisi IV DPR RI yang menanyakan sikap Kementerian Pertanian soal rencana impor 1 juta ton beras. Rapat tersebut lantas menghasilkan kesepakatan yang berisi penolakan Komisi IV DPR RI atas importasi beras.
“Komisi IV DPR RI bersepakat dengan pemerintah c.q. Kementerian Pertanian bahwa produksi beras periode Januari sampai dengan Mei tahun 2021 surplus/memenuhi konsumsi dalam negeri. Sehingga Komisi IV DPR RI menolak rencana importasi beras sebanyak 1 juta ton pada saat panen raya maupun saat stok dalam negeri melimpah," demikian poin kedua kesimpulan rapat tersebut.
Di sisi lain, hasil perhitungan Kementerian Pertanian menunjukkan stok beras nasional pada pekan kedua Maret berada di angka 6,97 juta ton yang di gudang Perum Bulog, penggilingan, pedagang, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dan usaha hotel, restoran, dan katering.
Stok beras pun diyakini masih surplus sampai Mei seiring dengan potensi produksi pada Maret-April yang ditaksir mencapai 9 juta ton. Data proyeksi menunjukkan neraca pada Mei bakal surplus 12,56 juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Viral Rawat Orang Tua, Fendi Gunungkidul Dijamin Sekolah Lagi
- Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz
- Tol Fungsional Purwomartani Dibuka, Arus Mudik KP Diprediksi Landai
- IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tak Ditutup, Hanya Dikendalikan Iran
- Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
- Cara Isi Saldo e-Toll via M-Banking, Praktis untuk Mudik
- 109 Pedagang Pantai Sepanjang Terima Kekancingan Tanah SG
Advertisement
Advertisement








