Wapres: Pemerintah Terus Meningkatkan Kapasitas Vaksin

Wakil Presiden Maruf Amin. - Ist/Dokumentasi KIP/Setwapres
17 Maret 2021 15:57 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma'ruf Amin, menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan jumlah vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia.

Hingga saat ini, sudah ada dua varian/jenis vaksin yang masuk ke Indonesia yaitu vaksin dari Sinovac dan Astrazeneca. Wapres mengatakan, “Jumlah vaksin ini akan terus ditingkatkan, baik vaksin gratis maupun vaksin gotong royong.” katanya.

Hal tersebut disampaikan saat Wapres menerima kunjungan dari Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, beserta rombongan pada Senin, 8 Maret 2021 di kediaman Wakil Presiden Republik Indonesia, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta.

 urut serta dalam rombongan Rektor UI, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin, S.E., M.Si; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris; dan Dekan Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB.

BACA JUGA : Peserta Vaksinasi Massal di Jogja Diminta Taat Jadwal

Dalam diskusi bersama Wapres, Rektor UI menyampaikan dukungan Universitas Indonesia bagi pemerintah dan masyarakat melalui berbagai macam riset di tengah pandemi. “Universitas Indonesia telah terlibat dalam uji klinik serta menghasilkan berbagai inovasi untuk mengatasi pandemi. Sampai sejauh ini, UI telah membuat ventilator dan flocked swab yang sudah digunakan di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya,” tuturnya.

Senada dengan Rektor, Dekan FKUI pada kesempatan tersebut juga turut menjelaskan bahwa FKUI telah terlibat dalam pembuatan Vaksin Merah Putih yang digagas oleh konsorsium riset di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), dan berencana melakukan uji klinik terhadap 3 vaksin Covid-19 yang berasal dari China dan Korea Selatan.

Selain itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, FKUI saat ini telah melatih sekitar 1.600 vaksinator dari peserta didik yang siap membantu pemerintah mempercepat proses vaksinasi.

Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam juga menyampaikan kepada Wakil Presiden, bahwa pemerintah harus mengantisipasi varian baru dari SARS-CoV-2 yang sudah ada di dunia, terutama yang sudah dilaporkan masuk ke Indonesia.

“Sejauh ini ada 3 varian virus yang ditengarai menyebar di dunia yaitu B.1.1.7 dari Inggris, B.1.351 dari Afrika Selatan, dan P1 dari Brazil. Sejauh informasi yang ada, vaksin yang telah digunakan saat ini masih mampu mengatasi varian virus yang baru. Oleh karena itu, pemerintah harus mengejar jumlah masyarakat yang divaksin sehingga dapat segera tercipta herd immunity,” ujar Prof. Ari.

Selain itu, Prof. Ari Fahrial Syam juga mengatakan akan pentingnya meningkatkan dukungan pemerintah pada laboratorium atau lembaga riset yang melakukan sequencing untuk mengetahui terjadinya mutasi virus di Indonesia. Dengan diketahuinya jumlah serta jenis varian virus yang beredar di Indonesia, maka pemerintah dapat menerapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus yang lebih luas.

Sementara itu Ketua MWA UI Saleh Husin mengapresiasi dukungan Universitas Indonesia bagi pemerintah dan masyarakat melalui berbagai macam riset di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Waduh...Banyak Lansia di Jogja Kesulitan Daftar Vaksinasi

"Selaku Ketua MWA UI tentu saya mengapresiasi dan memberikan dukungan atas berbagai riset yang dilakukan oleh teman-teman, baik di Fakultas Kedokteran , Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan lain-lain sehingga menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19," ujar Saleh Husin