Borobudur Jadi Destinasi Super Prioritas, 3 Kawasan Ini Menjadi Perhatian

Pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Penyelenggaraan Kegiatan Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Destinasi Super Prioritas Borobudur di Magelang, Selasa (9/2/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
10 Februari 2021 02:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) mendapatkan perhatian khusus dari Badan Otorita Borobudur (BOB), terkait penetapan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas. BOB saat ini berupaya memotret situasi dan kondisi destinasi pariwisata nasional (DPN) di wilayah tersebut.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi ada tiga DPN Borobudur, terdiri Jogja, Borobudur dan sekitarnya; Sangiran, Solo dan sekitarnya serta Karimunjawa, Semarang dan sekitarnya.

“Kaitannya dengan super prioritas, makanya sebenarnya konteksnya adalah yang koordinatif. Jadi peran destination management organization (DMO), BOB itu mencapture, memotret situasi dan kondisi di DPN," kata Agus, di sela-sela kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Penyelenggaraan Kegiatan Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Destinasi Super Prioritas Borobudur di Magelang, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Libur Imlek: Wisatawan ke Jogja Dicek Antigen di 3 Perbatasan

Dalam pemotretan kawasan ini, menurutnya BOB juga memotret keberadaan aksesibilitas jalan, bandara, rel kereta api serta sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang ada di tiga DPN tersebut. BOB mendorong dilakukannya program sertifikasi, kemudian sosialisasi dan pelatihan.

“Itu dalam rangka untuk kita meyakinkan kepada wisatawan bahwa dengan kita memberikan sosialisasi ini supaya mereka semua itu paham bahwa kita sudah melakukan protokol kesehatan sehingga supaya kalau mereka mau datang atau apa itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Agus.

Ia menambahkan upaya lain yang dilakukan adalah mendorong pemasaran destinasi di wilayah tersebut. Pihaknya berharap antar destinasi jangan saling bertabrakan, namun bersinergi satu dengan lainnya.

Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Program Kampus Mengajar, Ini Bentuknya

"Memasarkannya ini, bagaimana supaya terintegrasi. Jadi jangan sampai destinasi satu dengan destinasi yang lain, daya tarik wisata satu dengan yang lain itu saling cakar-cakaran. Nah bagaimana kita membuat semua itu bisa menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein menyebutkan ada tiga hal dalam adaptasi kebiasaan baru agar destinasi wisata bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Ketiga hal tersebut, kreatif, inovatif dan kolaborasi.

Ia berharap dengan sosialisasi panduan CHSE ini, ke depan bisa menyamakan isi pemahaman. "Jadi para pelaku wisata khususnya di super prioritas Borobudur dan pendukunganya Joglosemar bisa sepaham terkait pedomanan CHSE," harapnya.