Agar Kebal Corona, Biofarma Sebut Seperempat Populasi di Indonesia Harus Sudah Divaksin

Indonesia merupakan salah satu negara pertama di Asia yang menerima dosis vaksin Covid-19 melalui inisiatif global yang dikelola oleh World Health Organization (WHO). - Bisnis.com
09 Maret 2021 19:57 WIB Rahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Progres program vaksinasi nasional berpotensi berlangsung di bawah standar yang telah dipasang oleh pemerintah.

Penyebabnya, masyarakat yang harus mendapatkan vaksinasi dari program pemerintah adalah 17,5 persen dalam kurun 1 kuartal untuk bisa mencapai target 70 persen kekebalan komunal dalam 1 tahun.

Namun, jumlah vaksin yang tiba di Tanah Air baru sekitar 48 juta. Jumlah tersebut baru dapat menyediakan vaksin terhadap 10 persen dari total populasi Indonesia, atau untuk sekitar 26 juta orang. Dari 48 juta total vaksin, sebanyak 47 juta dosis berasal dari Sinovac dan 1,1 juta dosis dari AstraZeneca.

Sementara itu, 17,5 persen penduduk Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 44 juta orang. Dengan kata lain, progres pengadaan vaksin sampai dengan memasuki pertengahan Maret 2021 belum mencerminkan kondisi ideal yang harus dicapai.

Kondisi berdasarkan asumsi tersebut di atas berpotensi menjadi lebih parah mengingat pemerintah belum mengumumkan jumlah penduduk yang sudah tervaksin sejak program tersebut dimulai pada Januari 2021.

Menanggapi hal itu, PT Bio Farma (Persero) memastikan pengadaan vaksin Covid-19 di Tanah Air bisa mencukupi target kekebalan komunal yang ditarget pemerintah tercapai dalam waktu 1 tahun. Setidaknya, seperempat populasi Indonesia ditargetkan mendapatkan vaksin pada awal kuartal III/2021.

Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan vaksin dari Sinovac akan terus berdatangan. Sesuai dengan rencana, sebanyak 140 juta dosis vaksin CoronaVac tiba di Indonesia pada Juli 2021.

"Dari Sinovac masih akan terus datang. Sampai 140 juta dosis Pada Juli 2021," ujar Bambang kepada Bisnis, Selasa (9/3/2021).

Bambang menambahkan dirinya juga tidak melihat adanya risiko keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19 ke Tanah Air. Sampai dengan saat ini, kata Bambang, Sinovac masih komitmen dengan jadwal pengiriman yang sudah dibuat.

Sinovac sendiri telah menyepakati pengiriman lebih dari 225 juta dosis vaksin dengan pemerintah Indonesia.

Selain itu, sambung Bambang, pemerintah akan menambah pasokan vaksin lain dari Novavax dan AstraZeneca. Kedua produsen, jelasnya, sudah berkomitmen mengirimkan vaksin Covid-19 ke Indonesia masing-masing 50 juta dosis.

Dengan kata lain, persediaan vaksin Covid-19 di Tanah Air sudah mencukupi untuk mencapai target 70 perwsen populasi dalam waktu 1 tahun. "Kami akan siapkan sesuai kebutuhan pemerintah," tegasnya.

Sumber : Bisnis.com