Pengamat Politik Sebut Demokrat Pimpinan Moledoko Bisa Berakhir Seperti Hanura

Bendera Partai Demokrat. - Antara
06 Maret 2021 10:37 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Demokrat sedang diguncang prahara di tingkat internall. Nasib Partai Demokrat diperkirakan dapat berujung seperti Partai Hanura yang saat ini tidak lagi hadir di parlemen pusat.

Hal itu diungkapkan Saiful Mujani, pemerhati politik dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), melalui akun Twitter resminya, @saiful_mujani, Sabtu (6/3/2021) 07.52 WIB. Dia memerinci keputusan negara melalui Menteri Hukum dan HAM menjadi kunci setelah Kepala Staf Presiden Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Partai Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Keputusan Menkumham Yasona Laoly, yang berasal dari Partai Demokrati Indonesia Perjuangan (PDIP), jelas dia, akan menentukan apakah mengakui atau tidak hasil KLB tersebut. Bila mengakui, kata Saiful, maka masa akhir Partai Demokrat kian dekat.

Baca juga: Ini Alasan Polda Sumut Tidak Cegah KLB Demokrat

"Kl mengakui, dan membatalkan kepengurusan PD Ahy, lonceng kematian PD makin kencang," ujarnya dalam sebuah utasan di Twitter.

Jika keputusannya demikian, Saiful memperkirakan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY selanjutnya bakal menggugat ke pengadilan. Menurutnya, gugatan itu biasanya hanya bisa selesai di Mahkamah Agung sehingga prosesnya memakan waktu lama.

"Berarti itu bisa makan waktu lama, bisa sampai melewati deadline daftar pemilu 2024. katakanlah Demokrat KSP Moeldoko yang bisa ikut pemilu. Lalu bagaimana peluangnya?," ujarnya.

Baca juga: Usai Ditelikung, SBY Malu Pernah Kasih Jabatan kepada Moeldoko

Saiful meyakini Moeldoko seperti jenderal-jenderal lainnya yang gagal membesarkan partai yang dipimpinnya. Dia menyangsikan Moeldoko dapat memimpin Partai Demokrat, partai besar dan bahkan terbesar pada 2009.

"Saya tak bisa membayangkan PD bisa besar dan bahkan terbesar pada 2009 tanpa SBY. suka ataupun tidak itu adalah fakta. Moeldoko bisa gantikan itu? spti mantan jendral2 lainnya mimpin partai, KSP ini tak lebih dr Sutiyoso, Hendro, Edi Sudrajat, yang gagal membesarkan partai."

Alhasil, Saiful memperkirakan Demokrat akan berakhir seperti Partai Hanura. Jatuhnya jumlah suara yang diperoleh Hanura pada Pemilu 2019 membuat partai tersebut gagal lolos ke parlemen.

"Akibatnya, 2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di parlemen setelah Wiranto tak lagi mimpin partai itu," jelasnya.

Sumber : Bisnis.com