Indonesia Masuk 3 Besar Alokasi Tertinggi Penerima Vaksin Covax, Ini Daftarnya

WHO menginisiasi program vaksin global, COVAX untuk didistribusikan secara setara ke negara-negara, termasuk negara berkembang dan miskin. - Antara\\r\\n\\r\\n
03 Maret 2021 13:37 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Covax, program inisiatif global untuk akses vaksin yang setara dari lembaga kesehatan internasional, telah mengumumkan rincian negara-negara yang bakal kebagian jatah vaksin Covid-19 pada putaran pertama.

Dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (3/3) disebutkan bahwa alokasi putaran pertama mencakup pengiriman 237 juta vaksin satu dosis yang diproduksi oleh AstraZeneca (AZ) dan oleh Serum Institute of India (SII) kepada 142 negara peserta.

Daftar tersebut nantinya akan diperbarui pada akhir minggu untuk memberikan jadwal yang lebih indikatif untuk penyediaan dosis, dibagi menjadi Feb-Maret dan April-Mei. Timeline ini bergantung pada banyak faktor.

BACA JUGA : Kapan Warga Umum di DIY Dapat Vaksin Covid-19? Begini

Misalnya persyaratan peraturan nasional, ketersediaan pasokan, dan pemenuhan kriteria lain seperti rencana distribusi dan vaksinasi nasional yang divalidasi, perjanjian ganti rugi & kewajiban, hingga otorisasi ekspor impor.

Dari data yang dirilis, Indonesia termasuk dalam tiga besar negara penerima vaksin program Covax tertinggi. Dilampirkan bahwa Tanah Air bakal kebagian vaksin produksi AstraZeneca mencapai lebih dari 11 juta dosis.

Adapun, lima negara penerima terbesar adalah Pakistan sebanyak 14.640.000 dosis vaksin, Nigeria dengan 13.656.000 dosis, Indonesia sebanyak 11.704.800, Bangladesh dengan 10.908.000 dosis, dan Brasil dengan 9.122.400 dosis vaksin.

Selain alokasi vaksin AstraZeneca dan Serum Institute of India, sekitar 1,2 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech juga masuk dalam antisipasi pengiriman pada kuartal pertama tahun ini hanya untuk beberapa negara.

BACA JUGA : Stok Vaksin Hanya Sleman 17.000, Jumlah Pendaftar Hampir 

Di antaranya adalah Peru, Filipina, Korea Selatan, Rwanda, Afrika Selatan, Ukraina, Tunisia, Colombia, Bolivia, dan lain-lain. Adapun, putaran alokasi lebih lanjut untuk vaksin dalam portofolio Covax bakal diumumkan pada waktunya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia