Setahun Covid-19: Vaksinasi Digeber, Babinsa dan Babinkamtibmas Dikerahkan

Vaksin Covid-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). - Antara\\r\\n
02 Maret 2021 10:37 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Wabah Virus Corona penyebab Covid-19 sudah setahun melanda Indonesia. Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Indonesia hingga Senin (1/3/2021) adalah 1.341.314 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.151.915 orang sembuh, dan 36.325 orang meninggal.

Selama setahun Covid-19 ‘mencengkeram’ Indonesia, berbagai cara telah dilakukan pemerintah bekerja sama dengan lembaga nonpemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) untuk menekan laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

Adapun, upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain pembatasan kegiatan warga di luar rumah seperti di perkantoran, mal, tempat hiburan dalam bentuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali,  PPKM Skala Mikro, menggalakkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak).

BACA JUGA : Sleman Masih Mendominasi, Ini Update Terbaru Kasus Covid

Memasuki tahun 2021, upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal yang ditandai dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat suntikan vaksin Covid-19 perdana pada 13 Januari 2021.

Sampai saat ini proses vaksinasi masih berlangsung dengan menyasar kelompok masyarakat tertentu.

Vaksin Covid-19 yang digunakan adalah vaksin jadi yang diproduksi Sinovac langsung dan diberikan Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM, yaitu dengan kemasan bernama CoronaVac.

Sebelum mendapatkan UEA, vaksin dari China ini menjalani uji klinis bersama Tim Uji Klinis Universitas Padjajaran. Vaksin yang digunakan untuk uji klinis ini dikemas dengan nama SARS-CoV-2 Vaccine.

Selain vaksin jadi, pada awal Januari  Sinovac mengirimkan 15 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku (vaksin curah) untuk bisa diolah menjadi vaksin jadi dan didistribusikan PT Bio Farma.

Saat meninjau upaya penanganan Covid-19 di Puskesmas Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (1/3/2021), Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ingin laju penularan  Covid-19 bisa ditekan menjadi hingga satu orang di bawah satu agar kasus konfirmasi positif yang dirawat di rumah sakit tidak semakin menjadi beban bagi fasilitas kesehatan.

"Laju penularan harus bisa turun, saya ingin di bawah satu, satu orang nularin 0,8 atau 0,6, artinya tiga orang nulari dua, atau empat orang nulari tiga," kata Menkes.

"Jangan empat orang nulari empat, atau empat orang nulari 40 orang, itu bahaya. Dan tadi saya lihat tiga orang konfirmasi dilacak nulari tiga orang, itu masih satu banding satu, kalau bisa satu dibanding lebih kecil," lanjut Budi.

Oleh karena itu, dia mendorong upaya Pemkab Bantul dalam rangka Penguatan Puskesmas Bambanglipuro dalam Akselerasi Testing, Tracing, dan Treatment (3T) dengan dukungan keterpaduan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan Pemberdayaan Masyarakat guna menurunkan laju penularan kasus Covid-19.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Bersiap Lonjakan Kasus Covid-19

"Kalau ini bisa, kasus konfirmasi positif turun, pasti tekanan di rumah sakit turun, aturannya kalau 100 konfirmasi, 80 orang perlu dirawat di selter (tempat isolasi mandiri) saja, dan 20 orang harus masuk rumah sakit, itu kalau 100 kasus," katanya.

Sejumlah atlet dan ofisial mengisi kertas pendaftaran vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (26/2/2021). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan vaksinasi Covid-19 perdana kepada insan olah raga nasional dengan menyasar 820 orang, termasuk atlet, pelatih dan tenaga kesehatan dari 40 cabang olahraga (cabor)./Antara

Budi menambahkan, misalnya 1.000 kasus maka rumah sakit harus menangani 200 orang dan begitu seterusnya.

"Karena itu saya bilang jangan di rumah sakit yang diberesin, itu salah strateginya, kasihan, banyak nakes meninggal gara-gara itu (pasien penuh), harusnya diberesi dari 'intel'nya di surveilansnya, atau di hulunya, itu yang harus cepat, supaya dengan demikian laju penularan turun," katanya.

BACA JUGA : Tambah 219, Total Kasus Positif Covid-19 DIY Tembus

Dalam percepatan tracing kasus positif Covid-19, Menkes meminta agar ada pelibatan Bhayangkara Pembina Kamtibmas atau Bhabinkamtibmas dan Bintara Pembina Desa atau Babinsa, karena aparat TNI dan Polri tingkat desa itu yang mengetahui kondisi di daerah masing-masing wilayah.

"Untuk itu perlu disiplin teman-teman di puskesmas, dan untuk tracing ada aturannya 30 per 100 ribu populasi, jadi kira-kira butuh 80 ribu se-Indonesia, bagaimana caranya? Paling cepat pakai Bhabinkamtimas dan Babinsa karena di desa-desa ada, minta tolong mereka," tukas Budi.

Lebih Sejuta Orang Divaksin

Sebanyak 1.720.523 orang Indonesia telah menjalani vaksinasi Covid-19 atau bertambah 28.799 orang pada 1 Maret 2021, dengan pemberian vaksin dosis pertama.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (1/3/2021), dari 1.720.523 orang tersebut, sebanyak total 1.002.218 orang sudah diberikan vaksin dosis kedua, atau bertambah 3.779 orang pada 1 Maret 2021.

Pemerintah menetapkan sebanyak 181.554.465 dari total penduduk Indonesia akan divaksin Covid-19.

BACA JUGA : Banyak Warga Tertular Covid, Satu Kampung di Bantul

Sementara itu, ditargetkan sebanyak 1.468.764 tenaga kesehatan akan mendapat vaksinasi Covid-19.

Selain tenaga kesehatan, pemerintah juga sudah memulai memberikan vaksin kepada kalangan lain termasuk pemuka agama, petugas layanan publik, wartawan, pedagang kaki lima dan pedagang di pasar tradisional.

Pemerintah menargetkan 70 persen dari penduduk Indonesia menerima vaksin Covid-19 dalam rangka untuk menciptakan kekebalan kelompok di Tanah Air.

Kekebalan tubuh individu dan kelompok penting dalam rangka memberikan perlindungan dari infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan menekan laju penularan Covid-19.

Pada pemberian vaksin saat ini, satu orang memerlukan dua dosis vaksin, sehingga jika sasaran target vaksinasi adalah hampir 181,6 juta penduduk Indonesia maka dibutuhkan sekitar 363 juta suntikan vaksin.

Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pesepak bola Timnas sepak bola U-23 Miftahul Hamdi (kiri) di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (26/2/2021). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan vaksinasi Covid-19 perdana kepada insan olah raga nasional dengan menyasar 820 orang, termasuk atlet, pelatih dan tenaga kesehatan dari 40 cabang olahraga (cabor)./Antara
 

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia