SNI Bisa Perkuat Mutu Produk Kerajinan dan Batik

Peserta bimbingan SNI Manajemen Mutu yang terdiri dari pelaku industri kerajinan dan batik. - Ist
27 Februari 2021 08:27 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SNI Manajemen Mutu dinilai dapat memperkuat sekaligus meningkatkan mutu industri kerajinan dan batik. Oleh karena itu pelaku industri jenis ini diberikan pembekalan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) SNI ISO 9001:2015 oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB).

Kegiatan ini digelar secara virtual dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan diselenggarakan serentak secara Nasional oleh 24 Satuan Kerja BSKJI dan diikuti oleh sekitar 1.200 peserta industri dari seluruh Indonesia tak terkecuali DIY, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA : Bangkit dari Pandemi, Pelaku Industri Kerajinan & Batik 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pembangunan infrastruktur mutu melalui penerapan standar di tingkat nasional diharapkan mampu menciptakan pasar yang kondusif bagi produk-produk dalam negeri, sekaligus melindungi pasar domestik dari produk bermutu rendah. Salah satu standar mutu paling mendasar yang diharapkan dapat diterapkan oleh industri nasional adalah SNI ISO 9001:2015 atau lebih dikenal sebagai Sistem Manajemen Mutu (SMM). SNI tersebut secara global telah diakui sebagai pondasi dasar infrastruktur mutu sebuah organisasi, termasuk perusahaan industri.

“Penerapan SNI ISO 9001:2015 di sektor industri diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, biaya, kepuasan konsumen, serta jaminan kepercayaan terhadap kualitas produk yang dihasilkan,” kata Menperin dalam rilisnya, Jumat (26/2/2021).

Kepala BBKB DIY Titik Purwati Widowati menyatakan pelaku industri kerajianan dan batik terus didorng akan meningkatkan daya saing produknya di tengah pandemi Covid-19. Bimtek tersebut menjadi salah satu bekal bagi pelaku industry untuk mendapatkan pemahaman tentang ISO Manajemen Mutu.

BACA JUGA : Bangkitkan Batik Kulonprogo, Dekranasda Gelar Fashion

“Diikuti sekitar 70 industri dari sektor batik, kerajinan, perhiasan, alat olahraga dan mainan anak. Mereka sangat antusias dan menyambut baik pelaksanaan acara ini. Secara umum peserta bimtek sudah menerapkan prinsip - sistem manajemen mutu, namun masih belum update dengan SNI ISO 9001:2015,” katanya.

Ia mengatakan penerapan SNI Sistem Manajemen Mutu dapat mendukung perusahaan industri dalam membangun budaya kerja yang kondusif dan optimal dalam mewujudkan tujuan bisnisnya. “SNI ini jangan dipandang sebagai pekerjaan tambahan yang memberatkan, karena justru dapat membantu untuk dapat menjaga konsistensi untuk mengukur kinerja,” katanya.