Kudeta Demokrat, SBY Sebut Moeldoko Catut Nama Mahfud MD Hingga Kepala BIN

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat
25 Februari 2021 19:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini upaya kudeta yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko kepada kepemimpinan yang sah di Partai Demokrat tidak diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melalui saluran Youtube Partai Demokrat, SBY menyebutkan bahwa secara pribadi dirinya meyakini bahwa Presiden memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu.

“Secara pribadi saya sangat yakin bahwa yang disebutkan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan prilaku pembantu dekatnya itu,” kata SBY, Rabu (24/2/2021).

Dia menuturkan bahwa partai bintang mercy itu justru berpandangan bahwa yang dilakukan mantan Panglima TNI itu sangat mengganggu dan merugikan nama baik dirinya sendiri.

Presiden ke-6 RI itu juga yakin bahwa sejumlah pejabat pemerintah seperti Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menkumham Yasonna Laoly hanya dicatut nama oleh Moeldoko.

“Demikian juga nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan yang juga disebut-sebut namanya. Partai Demokrat percaya bahwa para pejabat tersebut memiliki integritas. Betul-betul tidak tahu menahu dan tidak masuk diajak jika ingin mengganggu Partai Demokrat,” ujarnya.

Kepada orang-orang yang ingin merebut Partai Demokrat, SBY pun dengan tegas menyatakan bahwa Demokrat tidak untuk diperjualbelikan.

"Saya katakan dengan jelas dan tegas bahwa Partai Demokrat not for sale, partai kami bukan untuk diperjualbelikan, walaupun Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi kami tidak tergiur dengan uang anda seberapapun besarnya," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan terkait dugaan rencana kudeta partai secara besar besaran. Para pelaku disinyalir berasal dari pengurus aktif, mantan pengurus dan petinggi pemerintah.

Tidak lama usai pernyataan itu, Kepala KSP Moeldoko memberikan pernyataan membantah tudingan tersebut. Dia berdalih tidak ada pembicaraan tentang upaya kudeta. Namun dia mengakui sempat bertemu sejumlah politisi partai tersebut.

Sumber : Bisnis.com