Satgas Klaim PKKM Berhasil Turunkan Kasus Aktif Covid-19, Ini Alasannya

Warga berjalan melewati Jalan Pintu Besar Utara yang ditutup karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tua, Jakarta, Kamis (21/1/2021). - Antara\\r\\n
24 Februari 2021 17:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah cukup berhasil setelah enam pekan berjalan. Salah satu buktinya adalah jumlah kasus aktif yang berhasil turun cukup banyak.

Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan pada pelaksanaan PPKM tahap pertama terjadi kenaikan kasus aktif, dari sekitar  122.000 menjadi sekitar 161.000 kasus dalam kurun dua pekan. Hal ini kemudian dianggap sebagai ketidakberhasilan penerapan PPKM.

Selanjutnya, pada penerapan PPKM tahap kedua masih terjadi kenaikan jumlah kasus aktif sampai menembus 170.000 kasus.

Namun, Dewi menjelaskan, ternyata jumlah tersebut masih termasuk dampak dari adanya libur natal dan tahun baru. Seperti diketahui, dampak dari libur panjang pada pandemi baru terasa beberapa pekan setelahnya.

Selanjutnya, pada PPKM tahap ketiga, tambahan kasus aktif turun dari 38.000 dalam dua pekan penambahannya menjadi hanya sekitar 9.500. Kemudian sampai 22 Februari 2021 tercatat jumlah kasus aktif sudah berkurang dari sebelumnya 171.000 turun sampai ke angka 157.000.

“Jadi ada penurunan sekitar 14.000-an dan dari persentasenya juga yang awalnya bahkan sebelum PPKM kasus aktifnya mencapai 14 persen, sekarang turun ke angka 12,19 persen,” ujar Dewi pada bincang BNPB Covid Dalam Angka, Rabu (24/2/2021).

Terkait dengan penurunan kasus aktif tersebut, Dewi menyebutkan ada beberapa hal yang mempengaruhi, di samping PPKM. Salah satunya jumlah pemeriksaan kasus.

“Kita lihat pada Februari ada sedikit penurunan karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan juga saat ini memang sedang ada perbaikan di sistem pencatatannya,” jelasnya.

Hal itu membuat jumlah orang yang melaporkan kasus positif bisa jadi belum sama dengan seluruh orang yang diperiksa.

Sumber : Bisnis.com