Advertisement
Kabar Baik! Lockdown hingga Kekebalan, Memicu Turunnya Kasus Covid-19 Global
Petugas melakukan tes usap atau PCR test virus Covid-19 di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). GSI Lab melakukan tes usap Covid-19 secara walk thru, ride thru, dan drive thru. Bisnis - Hendri T Asworo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan drastis penyebaran virus Corona atau Covid-19 secara global.
Melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Sabtu (20/2/2021) 08.56 WIB, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) ini mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa penularan Covid-19 menurun hingga 16 persen.
Advertisement
"Ini nyata. Beberapa pekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 dunia menurun secara dramatis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penurunan global itu sebesar 16 persen. Cukup signifikan. Dus, ada apa sebenarnya di balik penurunan kasus ini? Saya akan coba menjawabnya:," demikian tulisnya melalui sebuah utasan pada akun Twitter itu.
Menurutnya, penurunan kasus Covid-19 dapat dikaitkan dengan banyak faktor. Namun, dia menilai faktor utama adalah perilaku baik masyarakat dunia dan kepatuhan terhadap penguncian atau lockdown yang di Indonesia disebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Ini nyata. Beberapa pekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 dunia menurun secara dramatis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, penurunan global itu sebesar 16 persen. Cukup signifikan.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) February 20, 2021
Dus, ada apa sebenarnya di balik penurunan kasus ini? Saya akan coba menjawabnya: pic.twitter.com/Uy4VKKldTB
"Memang, di berbagai belahan dunia, konsep lockdown itu tidak disuka, tapi telah terbukti berhasil. Anda akan melihat kasus Covid-19 itu turun di wilayah dunia yang menerapkan kebijakan penguncian. Bisa dicek," lanjutnya.
Faktor lain, kata ahli ilmu penyakit dalam itu, adalah kebiasaan memakai masker dan menjaga jarak, terutama di dalam ruangan. Praktik itu dinilai sangat membantu menurunkan kasus baru Covid-19.
"Anda bisa lihat di beberapa acara televisi Indonesia saat ini. Kesadaran memakai masker sudah terbentuk. Begitu pun di berbagai negara," sebut Profesor Zubairi.
Dia menjelaskan ada pula dugaan para ahli tentang kekebalan populasi pada tingkat tertentu yang cukup membuat penyebaran virus Corona melandai. Kondisi ini, jelasnya, terjadi di India dengan angka kasus Covid-19 menurun dari 100.000 per hari menjadi hanya 11.000 per hari.
BACA JUGA: Menperin Ungkap Alasan PPnBM Mobil Dipangkas
"Bagaimana dengan musim dingin. Apakah ini memengaruhi penurunan? Belum jelas. Tapi, di Amerika sana, cuaca musim dingin menghambat beberapa negara bagian melakukan pelacakan dan testing Covid-19 kepada warganya. Di Indonesia, penurunan angka testing juga terjadi."
Sementara itu, Zubairi mengaku belum ada yang bisa menjelaskan bahwa penurunan kasus Covid-19 global dipengaruhi oleh program vaksinasi Covid-19 yang dijalankan secara global. Faktor ini, jelasnya, perlu diperhitungkan dalam tempo bulanan.
"Kolumnis kesehatan ternama Martin Makary memprediksi, sebagian besar penyakit Covid-19 akan hilang pada April nanti. Opini itu ia sampaikan berdasarkan data laboratorium, matematika, literatur, dan percakapannya dengan para ahli. Baru prediksi. Semoga saja. Terima kasih," tandas Zubairi.
Lalu, apakah penurunan kasus ini dipengaruhi program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia? Belum ada yang bisa menjelaskan dan perlu hitungan bulan untuk mengukur itu.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) February 20, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
Hujan Deras Guyur Puncak Merapi hingga Dini Hari, Waspada Lahar Hujan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Babak I Bolivia vs Irak 1-1, Tiket Piala Dunia Dipertaruhkan
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Meta Perluas Pemakaian AI untuk Moderasi Konten dan Efisiensi
- Jadwal KRL Solo Jogja per 1 April 2026, Layani Mobilitas Seharian
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Bisa Disaksikan Malam Ini
Advertisement
Advertisement








