Penerima Vaksin Tak Perlu Karantina Jika Kontak Erat dengan Pasien Covid-19

Tim medis dari Rumah Sakit Changle, Fuzhou, Provinsi Fujian, China, menggelar tes usap yang ketiga kalinya kepada para penumpang pesawat dari Jakarta yang sedang menjalani karantina pencegahan Covid-19 sejak 23 Oktober 2020. - Antara
15 Februari 2021 16:47 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat membuat beberapa perubahan dalam pedoman terkait penanganan Covid-19 bagi mereka yang telah disuntik vaksin virus Corona.

Menurut Times of India, Senin (15/2/2021), CDC mengatakan mereka yang menerima suntikan vaksin Covid-19 tidak diharuskan karantina setelah melakukan kontak dengan seseorang yang dicurigai atau dipastikan terinfeksi virus corona. Kendati demikian, ada tiga syarat yang harus dipenuhi. 

Pertama, harus divaksinasi lengkap setidaknya dua minggu sebelum bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Kedua, mereka sudah pasti divaksinasi dalam tiga bulan terakhir. Ketiga, harus benar-benar asimtomatik setelah terpapar dengan orang yang positif Covid-19.

Badan perlindungan kesehatan A.S itu dengan jelas menyebutkan bahwa semua orang yang gagal memenuhi salah satu kriteria harus mengikuti pedoman karantina sendiri seperti sebelumnya. Rekomendasi ini juga berlaku bagi semua orang yang memiliki kekebalan dari kasus Covid-19 sebelumnya.

Selain itu, mengabaikan norma karantina mandiri setelah bersentuhan dengan virus hanya berlaku jika orang tersebut telah mendapat suntikan vaksin Pfizer atau Moderna. Ini karena AS hanya memakai dua vaksin tersebut. 

Bagaimana dengan pedoman lainnya? CDC sampai saat ini hanya melakukan perubahan pada pedoman karantina setelah mendapatkan suntikan. Tindakan pencegahan Covid-19 lainnya tetap sama. 

Artinya, bahkan setelah disuntik vaksin, orang tersebut perlu memakai masker di depan umum, menjaga jarak satu sama lain, menghindari tempat umum, dan mempraktikkan kebiasaan kebersihan yang sehat. Ini diperlukan tidak hanya untuk keselamatan mereka tetapi bahkan untuk melindungi orang lain.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia