Wapres Minta Ini kepada Umat Konghucu

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @najwashihab
14 Februari 2021 15:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -  Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI meminta Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) turut mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

Wapres mengatakan pemulihan ekonomi memerlukan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Dia mendorong umat Konghucu turut mendukung upaya pemerintah dalam pemulihan krisis saat ini.

“Saya juga sangat berharap bahwa Matakin yang sebagian besar warganya merupakan pelaku usaha, dapat mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19 ini,” katanya saat perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili Nasional secara virtual, Minggu (14/2/2021).

Ma'ruf menyebut dukungan Matakin dan seluruh umat Konghucu akan memberikan dampak berarti bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi sejak tahun lalu.

Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi Matakin dan umat Konghucu atas peran serta dan kontribusi yang telah diberikan dalam membantu masyarakat mengatasi penyebaran virus. Wapres ikut mendorong seluruh pemuka agama mengajak masyarakat saling menjaga kesehatan.

“Nasihat dan bimbingan pemuka agama tentu akan memperkuat keyakinan dan kepatuhan umatnya tentang bahaya dan akibat yang sangat merugikan apabila kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan tidak diindahkan,” sebutnya.

Selain itu, Wapres meminta seluruh organisasi masyarakat berperan dan berkontribusi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, kerukunan adalah faktor utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Akhirnya, pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek ke-2572 kepada umat Konghucu. Semoga situasi pandemi Covid-19 tidak mengurangi kekhidmatan perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini,” ujarnya.

Tahun ini, perayaan Imlek dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Masyarakat Tionghoa telah diminta merayakan Imlek dengan cara sederhana demi mengurangi potensi penularan virus.

Selain itu, pemerintah mengajak umat memanfaatkan teknologi digital dan menghindari pertemuan langsung .

Sumber : bisnis.com