Solo Jadi Kota Paling Nyaman di Indonesia, Jogja Kalah karena Lebih Macet

Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Solo memperoleh predikat kota paling nyaman alias layak huni di Indonesia. Sementara, Jogja dinilai kalah nyaman karena lebih macet.
Predikat tersebut diberikan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Indonesia. Hasil survei di 26 kota yang tersebar di 19 provinsi menempatkan Solo di posisi pertama sebagai kota dengan nilai indeks layak huni sebesar 66,9 persen.
Advertisement
BACA JUGA: TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023
BACA JUGA: Minibus Tersesat di Hutan Majalengka, Begini Nasib Tujuh Penumpangnya
Ketua Kompartemen Livable City IAP Elkana Catur mengatakan Solo terpilih menjadi kota yang memiliki nilai paling tinggi dan konsisten menjadi kota yang layak huni dan paling nyaman di Indonesia.
Nilai yang diperoleh Solo, sebesar 66,9 persen itu menjadi yang terbaik mengungguli nilai kota-kota besar lainnya, seperti Palembang 66,6 persen, Balikpapan 65,8 persen dan Denpasar 65,5 persen. Kemudian, ada Semarang 65,4 persen, Tangerang Selatan 65,4 persen, dan Banjarmasin 65,1 persen.
"Solo dan Balikpapan adalah kota yang konsisten sebagai Top Cities. Kota Solo adalah kota yang memiliki indeks tertinggi disusul dengan Balikpapan dan kota lainnya,” kata Elkana, sebagaimana diberitakan dalam situs resmi Pemprov Jateng.
Dalam survei ini, IAP menilai dari lima aspek saat menentukan kota layak huni di Indonesia. Beberapa di antaranya, pengelolaan air bersih, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas keagamaan, dan fasilitas transportasi.
Dengan predikat sebagai kota paling nyaman di Indonesia, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pun mengaku bangga.
Menurut pria yang biasa disapa Rudy ini, capaian yang diperoleh Solo ini karena masyarakat Kota Bengawan yang saling menghargai di tengah perbedaan.
"Mampu saling menghormati dan menghargai. Tidak memandang suku, agama dan juga ras,” jelas Rudy.
BACA JUGA: Gunung Sinabung Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Rudy juga mengatakan pemerintah akan terus menata kota agar masyarakat Kota Solo dan pendatang nyaman dan betah di kota ini.
Pakar Tata Ruang Kota Universitas Sebelas Maret UNS Solo, Kusumastuti, mengatakan predikat yang didapat dari IAP Indonesia sebagai Kota Layak Huni dengan indeks tinggi memberi arti Solo dinilai sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali. Hal itu juga mengartikan Solo memiliki suasana yang nyaman untuk bekerja yang didukung oleh faktor fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Pada 2018 silam, Kusumastuti juga menanggapi beberapa anggapan masyarakat yang kerap membandingkan Jogja dan Solo dari segi kenyamanan. Ia menilai Jogja cenderung lebih macet karena kepadatan penduduknya.
Tapi di sisi lain, ia menilai tingkat partisipasi masyarakat di Jogja lebih baik. Nilai plus Jogja lainnya adalah interaksi masyarakat yang lebih ramah.
BACA JUGA: Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- The Stories Season 2: Balada Cerita Ramadhan 2023 Tayang Perdana di 4 Radio
- Pencarian Anak Kembar yang Hanyut di Sungai Dilakukan Sampai 5 April
- Gerhana Matahari Terjadi Dua Hari Menjelang Idulfitri, Bisa Diamati dari Wilayah Ini
- Bantah Klitih dan Menyebutnya sebagai Kenakalan Remaja, Polres Semarang Viral
- Erick Thohir Jalankan Perintah Presiden Ketemu FIFA: Doakan Saya Demi Bangsa & Rakyat Indonesia
Advertisement

Mudik Lebaran 2023: 500 Bus Diprediksi Masuk ke Giwangan Setiap Hari
Advertisement

Deretan Warung Sate di Seputaran Imogiri, Serbu Saat Buka Puasa!
Advertisement
Berita Populer
- Simak! Ini Cara Daftar KIP Kuliah untuk Peserta SNBT 2023
- Bantah Klitih dan Menyebutnya sebagai Kenakalan Remaja, Polres Semarang Viral
- Pemkot Magelang Buka Lelang untuk Lima Jabatan
- Begini Rumus Menghitung THR 2023
- Gelar Warteg Gratis untuk Duafa, Alfamart dan Heinz ABC Bagikan 20.000 Paket Buka Puasa
- Panas! Mahfud MD Tantang Arteria Dahlan Buntut Isu Transaksi Rp349 Triliun
- Gegara Isu Transaksi Rp349 Triliun, Mahfud: Sri Mulyani Sampai Nangis
Advertisement