PPKM Berlanjut, Masyarakat Makin Pesimistis Penghasilan Bakal Pulih

Pejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. - Antara/Akbar Nugroho Gumay.
08 Februari 2021 23:07 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi melemah pada Januari 2021 jika dibandingkan dengan Desember 2020.

Dalam laporan Survei Konsumen, BI menyebut pelemahan ini terjadi karena diberlakukannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah, khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

Kebijakan tersebut dinilai berdampak pada kembali menurunnya aktivitas ekonomi dan terbatasnya penghasilan masyarakat.

“Hal ini teriindikasi dari Indeks Ekonomi Saat Ini [IKE] Januari 2021 sebesar 63,0, lebih rendah dari 68,6 pada bulan sebelumnya,” tulis BI dalam laporannya, Senin (8/2/2021).

Adapun, penurunan IKE terjadi pada seluruh komponen penyusunnya, terdalam pada Indeks Ketersediaan lapangan kerja sebesar -10,3 poin menjadi 43,2.

Menurut kelompok pendidikan, penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja terjadi pada seluruh kelompok pendidikan responden, terutama responden dengan latar belakang pendidikan akademi.

Di samping itu, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan sebelumnya juga melemah, disebabkan oleh penurunan penghasilan rutinberupa gaji, honor, upah, maupun omzet usaha.

Penurunan indeks ini terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeliaran Rp1-3 juta per bulan. Menurut kategori usia, penurunan indeks terjadi pada responden berusia 20-30 tahun.

Sejalan dengan itu, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama pada Januari 2021 juga mengalami penurunan, terutama pada jenis barang elektronik, furnitur, dan perabot rumah tangga.

Penurunan indeks ini pun terjadi pada hampir seluruh kategori tingkat pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp3 juta, Rp1-4 juta per bulan. Menurut kategori usia, penurunan terjadi pada responden berusia 20-40 tahun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia