Studi: Golongan Darah O Jarang Alami Infeksi Serius akibat Virus Corona

Orang yang memiliki golongan darah O, jarang mengalami infeksi virus corona (Covid-19). - JIBI/Bisnis.com
08 Februari 2021 16:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan orang dengan golongan darah O memiliki penurunan risiko terkena virus corona dibandingkan orang dengan golongan darah lain.

Peneliti biomedis dari Denmark sedang dalam tahap awal untuk menemukan lebih banyak informasi mengenai hubungan atau keterkaitan antara virus corona baru dengan golongan darah tertentu.

Michael Leeson, kepala staf VA Eastern Kansas Health Care System mengatakan bukti menunjukkan golongan darah tertentu lebih mungkin terinfeksi virus Corona baru ketimbang golongan darah lainnya.

Dalam hal ini, orang dengan golongan darah O dikaitkan dengan penurunan risiko terinfeksi virus daripada orang dengan golongan A, B, atau AB. Namun, penurunan risikonya hanya sekitar 10 persen.

Oleh sebab itu, Leeson tetap merekomendasikan agar setiap orang, termasuk yang bergolongan darah O untuk terus mengambil tindakan pencegahan ekstra supaya aman dari infeksi virus pandemi.

"Dari 100 persen menjadi 90 persen, di mana menurut kami vaksin berubah dari 100 persen menjadi 5 persen, itu sangat berbeda," katanya seperti dikutip ksnt.com, Senin (8/2/2021).

Sebelumnya, sejumlah penelitian juga menemukan hasil serupa, di mana golongan darah O lebih sulit mengalami infeksi dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Peneliti masih melanjutkan penelitian untuk mencari informasi lebih banyak.

Diharapkan, pengetahuan tentang kaitan antara golongan darah dan virus Corona baru akan menjadi insight bagi prioritas penanganan, perawatan dan pengobatan orang yang telah terinfeksi Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia