Jumlah Pendonor Plasma Konvelesen Covid-19 Meningkat sampai 239%

Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
06 Februari 2021 12:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah pendonor plasma konvelesen Covid-19 terus meningkat. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengklaim kenaikannya tersebut mencapai 239%.

Muhadjir mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah Gerakan Nasional Plasma Konvalesen dicanangkan oleh pemerintah pada 18 Januari 2021. Menurut data terbaru, pemenuhan kebutuhan plasma konvalesen oleh pendonor mencapai 14.470 buah dari total 34 Unit Donor Daerah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) pada 3 Februari.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pada 12 Januari sebanyak 4.263 plasma.

"Itu artinya meningkat sampai 239 persen," kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Muhadjir menilai peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat penyintas Covid-19 untuk melakukan donor telah terbentuk.

Selain itu, pemahaman masyarakat juga terbentuk berkat makin banyaknya forum ilmiah, webinar, talkshow, dan informasi dari media massa yang membahas pemahaman tentang donor plasma konvalesen.

"Sehingga terjadi peningkatan kemauan para penyintas Covid-19 untuk menjadi donor. Baik secara pribadi atau yang difasilitasi oleh BUMN, TNI/Polri, Kementerian/Lembaga dan komunitas sosial baik di pusat maupun di daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Mendikbud itu mengatakan kalau kebutuhan plasma konvalesen akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19. Hal tersebut juga berpotensi meningkatnya jumlah calon pendonor apabila kesembuhan makin meningkat.

"Penggalangan pendonor plasma konvalesen akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan saudara kita yang masih mengidap Covid-19, sebagai bentuk rasa syukur bagi yang sudah sembuh, dan meningkatkan gotong royong kita sebagai bangsa Indonesia," tuturnya.

"Diharapkan upaya ini meningkatkan peluang dan kecepatan kesembuhan para pasien yang ada di RS."

Sumber : suara.com