Ekonomi Indonesia yang Terpuruk Parah Sejak Krisis 98, Pertanian Jadi Penyelamat

Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya dengan pupuk urea bersubsidi. - JIBI/Bisnis.com
05 Februari 2021 22:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV/2020 minus 2,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa secara secara umum struktur PDB pada kuartal IV/2020 tidak berubah. Ada lima sektor yang memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kelimanya adalah industri, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Ini berkontribusi 62,07 persen sehingga sektor ini akan bergantung secara total,” katanya pada konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

Suhariyanto menjelaskan bahwa tiga sektor yang tumbuh paling tinggi adalah pertambangan, industri pengolahan, dan pertanian. Industri pengolahan meski berkontribusi besar tapi pertumbuhan secara qtq pada kuartal IV/2020 mengalami minus 3,14 persen. Akan tetapi masih lebih baik dari kuartal sebelumnya, yaitu kuartal II minus 6,18 persen dan kuartal III minus 4,34 persen.

Lalu pertambangan dan penggalian tumbuh minus 1,20 persen. Dibandingkan kuartal sebelumnya jauh lebih baik yaitu kuartal II minus 2,72 persen dan kuartal III/2020 minus 4,28 persen.

Hanya pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh positif. Pada kuartal IV, sektor ini tumbuh positif 2,59 persen. “Jadi sektor pertanian merupakan yang tumbuh positif selama triwulan IV/2020,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia