Banjir Nepal: 261 Wisatawan Asing Selamat, 320 Hilang Kontak
Banjir bandang Nepal menyelamatkan 261 wisatawan asing, sementara 320 lainnya masih belum dapat dihubungi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada ruang toleransi terhadap praktik impor pangan ilegal karena mengancam ketahanan pangan nasional dan merusak upaya mewujudkan kemandirian pangan.
Amran menyampaikan pernyataan tersebut menyusul pengungkapan peredaran bawang bombai impor ilegal seberat 72 ton yang mengandung organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di wilayah Jawa Timur.
“Di saat kami sedang gencar meningkatkan produksi pangan nasional, justru masih ada oknum yang mencoba menyelundupkan beras, bawang, dan komoditas pangan lainnya. Ini tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak tegas,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus impor gelap bawang bombai tersebut dan menindak seluruh pihak yang terlibat tanpa kompromi. Selain masuk tanpa izin resmi, komoditas itu terbukti mengandung OPTK yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar pada sektor pertanian nasional.
Amran mengapresiasi langkah cepat Polda Jawa Timur dalam mengungkap dan mengamankan bawang bombai ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, komoditas tersebut terbukti mengandung penyakit yang berpotensi merusak tanaman pertanian di Indonesia,” katanya saat menyaksikan langsung pemusnahan bawang bombai ilegal di Surabaya.
Menurut Amran, bawang bombai tersebut berasal dari Belanda dan masuk ke Indonesia melalui Malaysia sebelum diselundupkan ke dalam negeri. Berdasarkan laporan aparat, pengungkapan terjadi pada 2 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Komoditas ilegal itu dikirim dari Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Total bawang bombai ilegal yang teridentifikasi mencapai 18 kontainer, terdiri atas 14 kontainer temuan sebelumnya dan tambahan empat kontainer atau sekitar 72 ton.
“Ini termasuk berani sekali masuk di jantung kota Indonesia,” tegas Amran.
Dalam praktik penyelundupan, pelaku menggunakan dokumen pengiriman palsu dengan keterangan komoditas berupa cangkang sawit. Komoditas tersebut juga tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan dari Balai Karantina.
Hasil uji laboratorium karantina menunjukkan bawang bombai ilegal tersebut positif mengandung empat OPTK berbahaya, yakni Aphelenchoides fragariae, Rhabditis sp, Alternaria alternata, dan Drechslera tertramera.
“Bisa dibayangkan kalau bawang kita atau tanaman kita terkena. Itu sangat sulit kita atasi,” ujarnya.
Mentan menegaskan pengawasan impor pangan akan terus diperketat sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan pangan dan melindungi petani lokal dari praktik perdagangan ilegal yang merugikan.
Ia juga meminta agar pengusutan kasus tersebut tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi menelusuri jaringan importir, logistik, hingga pihak yang terlibat dalam peredaran komoditas ilegal lintas negara.
Amran menegaskan penegakan hukum tanpa kompromi menjadi kunci menjaga kemandirian pangan nasional. Menurutnya, praktik impor pangan ilegal bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata bagi keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir bandang Nepal menyelamatkan 261 wisatawan asing, sementara 320 lainnya masih belum dapat dihubungi.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.