Advertisement
Di Jerman, Lansia 65 Tahun ke Atas Tak Disuntik Vaksin AstraZeneca. Ternyata Karena Ini...
Logo AstraZeneca Plc terpampang di gedung perusahaan farmasi itu di Cambridge, Inggris, Senin (8/6/2020). - Bloomberg/Jason Alden
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Jerman telah menyarankan agar lansia di atas 65 tahun tidak diberikan suntikan Oxford-AstraZeneca. Alasannya bermuara pada kurangnya data tentang kemanjuran vaksin pada kelompok usia ini.
Dikutip dari The Guardian, Komite tetap vaksinasi dari Robert Koch Institute, badan pengontrol penyakit Jerman, mengungkapkan bahwa tidak ada cukup data untuk menilai seberapa efektif vaksinasi di atas 65 tahun.
Advertisement
Dalam studi Lancet yang dirilis tahun lalu, para peneliti mengatakan tidak ada cukup kasus Covid-19 di antara orang dewasa yang lebih tua pada saat itu untuk mengeksplorasi atau menguji seberapa baik vaksin melindungi mereka dari penyakit tersebut.
Baca juga: Angka Kemiskinan Gunungkidul Naik
“Kemanjuran vaksin pada kelompok usia yang lebih tua tidak dapat dinilai tetapi akan ditentukan, jika data yang cukup tersedia, dalam analisis di masa mendatang setelah lebih banyak kasus terkumpul,” ungkap Robert Koch Institute dalam studi tersebut.
Prof. Andy Pollard, dari Universitas Oxford, mengakui bahwa kurangnya data bisa dimengerti.
“Dalam uji coba kami, orang dewasa yang lebih tua direkrut kemudian dan, karena mereka direkrut kemudian, waktu lebih sedikit untuk kasus terjadi dan orang dewasa yang lebih tua diketahui lebih berhati-hati selama pandemi, yang berarti 'tingkat serangan' lebih rendah," ujarnya.
AstraZeneca menekankan bahwa orang dewasa yang lebih tua direkrut kemudian karena tim ingin memastikan bahwa vaksin itu aman sebelum memberikannya kepada kelompok usia yang lebih tua.
Dikutip dari BBC, Badan Obat Eropa akan memutuskan izin vaksin Covid-19 untuk semua wilayah Uni Eropa pada hari Jumat (29/1/2021).
Inggris telah menggunakan vaksin AstraZeneca dalam program imunisasi massal selama berminggu-minggu, dan pejabat kesehatan masyarakat mengatakan bahwa vaksin itu aman dan memberikan perlindungan tingkat tinggi.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Kulonprogo Mulai Waswas Tak Balik Modal
Adapun, pengumuman Jerman terkait dengan vaksin AstraZeneca terhadap lansia datang ketika Uni Eropa berselisih dengan produsen terkemuka itu atas kekurangan vaksin di benua itu.
AstraZeneca yang berbasis di Inggris mengatakan masalah produksi di pabriknya yang berbasis di Eropa membuat perusahaan tidak akan dapat memberikan jumlah dosis yang dijanjikan ke blok tersebut.
Tetapi Uni Eropa menegaskan perusahaan harus menghormati komitmennya. Uni Eropa sendiri menyerukan kepada anggota untuk menggunakan semua cara legal untuk mengamankan pasokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Linknya
- Mobil China Melesat, Penjualan Naik 79 Persen di Indonesia
- Pemadaman Listrik Jogja 17 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Cek Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat Ini
- Bahaya Bernapas Lewat Mulut Saat Tidur dan Olahraga
- TNI AD Kerahkan 209 Personel Evakuasi Heli Jatuh di Kalbar
- Jadwal KRL Solo-Jogja 17 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement








