Ketiga Kalinya dalam Sebulan Ini, Jokowi Ajak Masyarakat Bersyukur Soal Covid-19

Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA FOTO - Setpres/Agus Suparto
25 Januari 2021 21:27 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 di Indonesia dinilai masih terkendali. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengajak masyarakat bersyukur atas penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Dia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang berhasil mengendalikan krisis kesehatan dan ekonomi akibat virus Corona.

"Kita bersyukur Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan krisis tersebut dengan baik, tetapi permasalahan belum sepenuhnya selesai. Pandemi masih berlangsung dan kita harus waspada dan siaga," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan pada Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI), Senin (25/1/2021).

Baca juga: Viral Suntik Vaksin Bupati Sragen Tembus Baju, Ternyata Begini Faktanya

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Adapun sebelumnya, Presiden juga meminta masyarakat bersyukur dalam acara penyaluran Bantuan Modal Kerja kepada pelaku UMKM di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021).

Dia menilai kondisi Indonesia masih lebih beruntung jika dibandingkan beberapa negara lain yang menerapkan lockdown untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Hasil Studi: Orang dengan Kondisi Ini Potensi Tertular Covid-19 dari Makanan

"Kita ini kalau saya lihat alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown, kalau di negara lain kayak di eropa itu lockdown dan tidak hanya sebentar. Nggak hanya sebulan tapi bisa sampai tiga bulan, bahkan tiga hari yang lalu di London, Inggris lockdown lagi, Bangkok lockdown, Tokyo statusnya darurat," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan meski Indonesia tidak menerapkan lockdown, tetapi dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kita di sini meskipun dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat, tetapi masih bisa beraktivitas dan menjalankan usaha," ujarnya.

Pada kesempatan yang lain, Presiden Jokowi juga tidak lupa mengajak masyarakat bersyukur di tengah pandemi Covid-19. “Kita harus bersyukur, alhamdulillah kita mampu menghadapi dengan ketegaran,” katanya dalam pidato tutup tahun yang disiarkan oleh Youtube Sekretariat Presiden.

Sementara itu dalam satu bulan terakhir kasus positif Covid-19 di Indonesia melesat cukup tinggi. Pada bulan pertama tahun 2021, penambahan kasus harian beberapa kali mencetak rekor baru. Sama halnya pula dengan positivity rate atau tingkat kepositifan yang per 25 Januari 2020 mencapai 32,82 persen atau lebih dari 6 kali lipat ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Senin (25/1/2020), 9.994 kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian total kasus positif di Indonesia hampir menembus 1 juta orang, atau 999.256 kasus.

Kenaikan tajam kasus positif Covid-19 tersebut pun berpengaruh kepada tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate. Rumah sakit rujukan di berbagai daerah, terutama Jawa, melaporkan kewalahan menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah.

Dari sisi ekonomi, Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2020 masih dalam tren negatif. PDB diperkirakan terkoreksi pada kisaran minus 2,9 persen hingga minus 0,9 persen. Dua kuartal sebelumnya, PDB Indonesia juga mengalami kontraksi.

Sumber : Bisnis.com